Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Cianjur tetapkan jalur afirmasi 20 persen pada SPMB 2025

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 21:05 WIB | Oleh:
Pemkab Cianjur tetapkan jalur afirmasi 20 persen pada SPMB 2025 Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian.

Cianjur -- Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan kuota siswa tidak mampu atau jalur afirmasi dalam sistem penerimaan murid baru (SPBM) SD dan SMP 2025 sebesar 20 persen, di mana dinas terkait diminta meningkatkan pengawasan saat pelaksanaan.

Bupati Kabupaten Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur Rabu, mengatakan, dalam SPMB 2025 diharapkan tidak ada yang melanggar prosedur dan mematuhi seluruh aturan yang sudah diterapkan pemerintah pusat dan provinsi.

"Saat pelaksanaan, saya meminta Disdikpora untuk meningkatkan pengawasan, jangan sampai ada sekolah yang melanggar prosedur penerimaan siswa baru, termasuk kuota 20 persen untuk jalur afirmasi," katanya.

Dia menegaskan, pihak sekolah tidak sampai bermain dengan jatah afirmasi, karena selain masuk dalam kuota khusus, siswa afirmasi akan menjadi prioritas mendapat bantuan pemerintah guna menunjang dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin, mengatakan pada SPMB untuk SD dan SMP terdapat persentase di setiap jalur, seperti jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan jalur mutasi, sedangkan jalur prestasi dihilangkan untuk penerimaan siswa SD.

"Penerimaan siswa SD jalur domisili sebesar 80 persen, afirmasi 15 persen, dan jalur mutasi 5 persen, sedangkan untuk SMP, kuota jalur domisili sebesar 45 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi 5 persen," katanya.

Pihaknya berharap kuota afirmasi tidak terganggu atau diambil siswa lain yang bukan dari kalangan tidak mampu, sehingga penerimaan siswa di masing-masing sekolah merata tanpa ada perbedaan terlebih saat ini tidak ada sekolah favorit atau elite di Cianjur.

"Untuk siswa afirmasi yang diterima di setiap sekolah akan masuk dalam data utama penerima bantuan, sehingga kami harap jangan ada sekolah yang bermain dengan jalur afirmasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.