Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan imbau pedagang beras ikuti ketentuan HET

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 21:10 WIB | Oleh:
Mentan imbau pedagang beras ikuti ketentuan HET Doc: ANTARA/HO-Kementan
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Pasar Tembok, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/6).

Surabaya -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengimbau pedagang beras di seluruh Indonesia untuk mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Mentan menyatakan sejauh ini produksi beras nasional dalam posisi kuat, sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk menjual beras dengan harga melewati ketentuan yang telah ditetapkan.

“Ini suplainya bagus, harganya bagus Rp12.900, tapi ada daerah yang jual Rp14.000. Kami imbau tidak ada alasan harga beras naik,” katanya, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik dagang yang merugikan masyarakat lantaran Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan menindak pihak-pihak yang menjual beras di atas HET.

Untuk memastikan kestabilan harga dan stok beras, Amran pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tembok, Surabaya, serta berdialog dengan para pedagang.

“Saya diskusi dan bincang-bincang dengan Ibu Ria, salah satu pedagang di Pasar Tembok. Ini cukup bagus, karena harganya Rp12.900 untuk curah, dan suplainya juga bagus,” katanya lagi.

Amran menjelaskan harga beras di Pasar Tembok, Surabaya, tergolong stabil. Hal itu berbanding terbalik dengan ditemukannya harga beras curah yang menembus Rp14.000 per kilogram di Jakarta.

Provinsi Jawa Timur mencatatkan produksi padi yang melonjak, yaitu produksi gabah kering panen (GKP) pada Januari-Juli 2025 sebanyak 8.784.027 ton atau meningkat 1.029.692 ton dari periode sama pada 2024 sebesar 7.754.335 ton.

Adapun produksi beras di Provinsi Jawa Timur pada periode Januari-Juli 2025 sebesar 4.218.508 ton atau meningkat 494.507 ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.724.001 ton.

”Jawa Timur ini nomor satu di Indonesia (produksi beras). Ini harus kita pertahankan dan tingkatkan dengan dukungan kebijakan dan program untuk meningkatkan produksi padi nasional,” kata Mentan Amran pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.