Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Jakarta Siap Diluncurkan, Bank DKI dan PAM Jaya Dipertimbangkan untuk IPO

📅 Senin, 09 Jun 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Dana Jakarta Siap Diluncurkan, Bank DKI dan PAM Jaya Dipertimbangkan untuk IPO Doc: Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan peluncuran Dana Jakarta, sebuah program unggulan dari Gubernur Pramono Anung yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah. Inisiatif ini menandai upaya terobosan Jakarta dalam memaksimalkan potensi badan usaha milik daerah (BUMD) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Dua BUMD yang sedang dikaji untuk masuk ke pasar modal adalah Bank DKI dan PAM Jaya, masing-masing berperan dalam sektor keuangan dan layanan air bersih. Rencana IPO ini saat ini masih dalam tahap studi kelayakan yang ditargetkan rampung tahun depan. “Kami harus pastikan seluruh aspek, mulai dari tata kelola, kesiapan bisnis, hingga regulasi, benar-benar matang,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Bank DKI telah menunjukkan langkah konkret menuju IPO. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 30 April lalu, bank tersebut menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 249,31 miliar, sekitar 32 persen dari laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 779,10 miliar.

“RUPS memberikan kewenangan kepada direksi dan komisaris untuk melakukan segala persiapan dan penyesuaian yang diperlukan terkait rencana IPO,” kata Direktur Utama Bank DKI Agus H. Widodo. 

Ia menambahkan, studi menyeluruh terhadap kondisi ekonomi dan pasar modal akan menjadi bagian dari proses.

Berbeda dengan Bank DKI, proses IPO PAM Jaya menghadapi tantangan tersendiri mengingat statusnya sebagai penyedia layanan publik. Yustinus menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk menjaga keseimbangan antara aspek bisnis dan keberlanjutan layanan.

“Tujuan kami adalah membuat perusahaan ini menguntungkan dan berkelanjutan tanpa mengorbankan akses air yang terjangkau,” katanya.

Terlepas dari tantangan tersebut, Jakarta tetap dinilai sebagai magnet bagi para investor. Yustinus menyebut daya tarik kota ini terletak pada kekuatan ekonominya yang dominan.

“Dengan jumlah penduduk harian mencapai 45 juta jiwa dan jumlah penduduk tetap 10 juta, Jakarta menyumbang 17 persen terhadap PDB nasional dan menampung hingga 70 persen peredaran uang di Indonesia,” katanya. “Bahkan dengan pemindahan ibu kota ke Nusantara, Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis dan perdagangan global.”

Peluncuran Dana Jakarta menjadi simbol penting dari pergeseran strategi pembangunan kota yang tidak lagi hanya mengandalkan APBD, tetapi juga memanfaatkan kekuatan pasar dan dunia usaha. Pemerintah Provinsi berharap IPO BUMD dapat membuka jalan bagi transformasi ekonomi Jakarta yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.