Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Kesehatan Laut Indonesia yang Kini Makin Terancam

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 15:32 WIB | Oleh:

Indeks Kesehatan Laut Indonesia

Rata-rata IKL Indonesia dari tahun 2012 hingga 2024 adalah 65.8 dan tiga tahun belakangan ini cenderung menurun dengan nilai tahun 2025 adalah 61, di bawah skor rata-rata global (69). IKL Indonesia berada pada rangking 189 dari 220 negara.

Berdasarkan 10 tujuan kelautan berkelanjutan, skor yang cukup rendah untuk laut Indonesia adalah pertama, pariwisata dan rekreasi (Tourist and Recreation) dengan skor 9. Nilai ini menjadi indikator bahwa ekosistem laut Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi, pada hal lautan Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk pariwisata.

Kedua, penyediaan pangan (Food Provision) dengan skor 25. Nilai di bawah rata-rata ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan keberlanjutan sumber pangan laut sedang terancam. Untuk itu diperlukan upaya-upaya secara berkelanjutan misalnya dengan pengawasan ketat terhadap penangkapan berlebih dan kapal-kapal ilegal.

Ketiga, budaya pesisir (sense of place) dengan skor 58. Skor ini menunjukkan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan laut belum digali lebih jauh dan perlu juga perlu ditingkatkan kawasan konservasi laut yang berhubungan dengan nilai budaya.

Keempat, produk alami laut (nature products) skor 59, menunjukkan bahwa potensi sumber daya laut non-pangan seperti Bioprospecting dan sumberdaya mineral lainnya masih belum optimal pemanfaatannya.

Kelima, kebersihan air laut (clean waters) skor 62. Nilai skor Clean Waters di bawah rata-rata menunjukkan bahwa perairan laut Indonesia dalam tekanan tinggi akibat aktivitas manusia. Indonesia termasuk 10 negara penyumbang terbesar sampah plastik ke lautan. Tentu saja Pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai program telah dilakukan untuk mengurangi sampah plastik hingga nol di tempat pembuangan akhir.

Sementara itu skor untuk lima komponen lainnya masih di atas rata-rata skor global atau lebih dari 70.

Uraian di atas menunjukkan pentingnya IKL menjadi indikator kondisi laut kita dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan lautan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Indonesia sebagai salah satu negara maritim harus menyediakan data kelautan dan perikanan yang lengkap dan akurat, supaya IKL yang dikeluarkan menunjukkan kondisi yang sebenarnya, jika tidak bisa merugikan Indonesia sendiri.

Peringatan hari Laut Sedunia hendaknya menjadi pengingat bagi Indonesia sebagai negara maritim, bahwa kita masih punya banyak tugas untuk menjaga laut. Penegakan hukum laut musti diperkuat di antaranya dengan menindak tegas aksi pencurian ikan dan praktik penangkapan berlebih.

Kawasan konservasi laut juga perlu diperluas. Pemerintah menargetkan kawasan konservasi laut bisa mencapai 10 persen dari total laut Indonesia pada 2030 dan 30 persen pada 2045.

Untuk mengurangi polusi laut akibat sampah plastik, perlu diambil langkah dari hulu dengan memperluas penerapan kebijakan larangan penggunaan plastik sekali pakai serta mendaur ulang sampah di tingkat rumah tangga maupun industri.

Untuk menjaga ekosistem laut, peran masyarakat pesisir juga perlu diperkuat misalnya dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Budaya masyarakat setempat seperti sasi laut dan awig-awig perlu dilestarikan untuk menghindari penangkapan ikan berlebih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.