Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesehatan Laut Jadi Penentu Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Biru

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Kesehatan Laut Jadi Penentu Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Biru Doc: ANTARA/HO-Diskominfotik Riau
Ket. Deputi Bidang Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mego Pinandito

JAKARTA - Deputi Bidang Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mego Pinandito, mengatakan kesehatan laut menentukan keberhasilan pengembangan ekonomi biru. Hal tersebut penting bagi Indonesia yang punya potensi luas lautan.

"Ekonomi biru tidak melulu apa yang ada di laut, tapi juga bagaimana kita melihat laut bukan hanya ikannya saja, tapi kita bicara bagaimana kesehatan laut itu sendiri," ujar Mego dalam Webinar Pembangunan Ekonomi Nasional, Senin (13/2).

Dia mengatakan, laut tercemar akan menghadirkan berbagai masalah. Salah satunya makanan hasil laut akan mudah tercemar.

Menurutnya, ekonpmi biru punya karakteristik berbeda dengan ekonomi di darat. Ekonomi di darat lebih mudah dari segi pemantauannya. "Kalau laut, harus mendatangi baik di pinggir, tengah, laut dalam. Tidak mungkin kita berenang. Kita butuh beragam fasilitas riset di laut," jelasnya.

Mego mengungkapkan, pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam perumusan kebijakan ekonomi biru. Ekonomi biru tidak hanya soal sektor pariwisata dan pangan, tapi juga energi dan transportasi. "Harus dikeroyok gotong royong berbagai multidisiplin atau bersifat inklusif dan spesifik. Dari situ kita punya kebijakan yang diberlakukan bisa sangat signifikan," katanya.

Dia menyebut, ketersediaan data terbaru penting dalam melahikan kebijakan pengembangan ekonomi biru yang berdampak. Hal tersebut perlu didukung ketersediaan infrstruktur riset. "Ujungnya mendorong blue economy dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, menyejahterakan masyarakat, dan lain-lainnya," tandasnya.

Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, BRIN, menyebut pentingnya mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru terutama berbasis kelautan dan wilayah pesisir. Sebagai konsep relatif baru, para periset jangan sampai tertinggal dengan inovasi yang ada.

"Indonesia dengan luas lautan yang lebih besar dari daratan, tentu ekonomi biru menjadi aspek penting dalam pembangunan ekonomi nasional baik yang sudah maupun akan datang," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.