Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Stunting dan Anemia Anak, Kolaborasi Jadi Kunci Utama

📅 Sabtu, 07 Jun 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Indonesia perlu menggeser cara pandang tentang kesehatan anak dari urusan rumah tangga menjadi urusan negara. Dari tanggung jawab individu menjadi kerja sama kolektif.

Dari fokus pada pemenuhan gizi semata menjadi pemberdayaan masyarakat untuk mengerti, memilih, dan merawat kesehatan anak secara sadar dan ilmiah.

Ketika dunia usaha bisa bergerak bersama dengan pendekatan seperti ini, maka tidak mustahil Indonesia membangun sistem kesehatan anak yang jauh lebih tangguh dan inklusif.

Di sisi lain, inisiatif dan kepemimpinan dalam isu gizi tidak lagi hanya milik pemerintah, tetapi bisa hadir dari siapa pun yang mau bekerja lintas disiplin, mendengar suara masyarakat, dan membawa ilmu ke ranah yang aplikatif.

Kepemimpinan dalam gizi hari ini adalah kepemimpinan yang menjembatani data dan lapangan, laboratorium dan dapur rumah tangga, kebijakan dan kebutuhan anak-anak di pelosok.

Masalah gizi adalah masalah pembangunan jangka panjang. Dan membangunnya membutuhkan pendekatan yang tidak sekadar berbasis angka statistik, tetapi empati, ilmu, dan strategi kolaboratif. Apa yang dibangun hari ini akan menentukan kualitas manusia Indonesia dua dekade ke depan.

Maka setiap langkah kecil dalam memperbaiki gizi anak sesungguhnya adalah investasi besar bagi masa depan bangsa.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara sektor publik dan pelaku industri di bidang nutrisi menjadi penting untuk terus diperluas dan didorong.

Ketika seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha tidak hanya memproduksi tetapi juga terlibat dalam pendidikan, skrining, dan penguatan kapasitas komunitas, maka pendekatan terhadap gizi anak benar-benar menjadi transformasional, bukan sekadar transaksional.Itulah yang dibutuhkan Indonesia hari ini, partisipasi aktif semua pihak dalam upaya besar menyehatkan masa depan bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Perum Bulog: Realisasi Bant...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
Nasional
Pascagempa di Laut Sulawesi...
Ekonomi
IHSG Pagi Ini Melemah, Dipi...
Megapolitan
PWI Jaya Gelar OKK Peningka...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.