Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Deportasi, KP2MI Imbau Calon Pekerja Migran Tempuh Jalur Prosedural

5 Rabu, 04 Jun 2025, 13:48 WIB | Oleh:
Cegah Deportasi, KP2MI Imbau Calon Pekerja Migran Tempuh Jalur Prosedural Cegah Deportasi, KP2MI Imbau Calon Pekerja Migran Tempuh Jalur Prosedural Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri P2MI Christina Aryani

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengimbau calon pekerja migran untuk menempuh jalur prosedural untuk bekerja di luar negeri guna mencegah kemungkinan dideportasi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani di Nunukan, Kalimantan Utara, pada Selasa (3/6) usai meninjau jalur yang biasa dipakai pekerja migran ilegal ke Sabah, Malaysia, menurut keterangan resmi KP2MI pada Rabu (4/6).

Dia menegaskan bahwa kementeriannya terus berupaya mencari solusi atas permasalahan pekerja migran ilegal, termasuk memperingatkan masyarakat tentang risiko berangkat ke luar negeri tanpa dokumen resmi.

Mereka yang kedapatan bekerja secara ilegal di negara lain bisa terkena razia, penahanan, dan dideportasi ke Indonesia.

Sebelumnya dilaporkan, 127 pekerja migran Indonesia dideportasi dari Sabah, Malaysia, karena memasuki negara itu secara ilegal, melebihi masa tinggal (overstay), atau terlibat narkoba dan kasus kejahatan lainnya.

Mereka yang dideportasi itu berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, paling banyak dari Kalimantan Utara dan Sulawesi Selatan.

Christina mengatakan kasus deportasi itu menjadi tantangan, bukan hanya bagi KP2MI, tetapi juga bagi pemerintah daerah (pemda) setempat, terutama yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Oleh karena itu, kolaborasi lintas pemerintah daerah terus kita lakukan," katanya, seraya menambahkan bahwa KP2MI menjalin kerja sama dengan banyak pemda.

Dia mengatakan bahwa kementeriannya siap membantu warga yang hendak bekerja di luar negeri dengan menempuh jalur prosedural.

Upaya itu, kata Christina, melibatkan pemda-pemda, termasuk pemerintah desa, dan perusahaan-perusahaan penempatan pekerja migran.

Dia menambahkan bahwapemerintah desa punya peran paling penting karena berfungsi sebagai filter pertama.

"Mereka yang tahu pasti, warga mana yang mau pergi ke luar negeri. Nah, dari mereka inilah seharusnya sosialisasi juga bisa ditingkatkan," kata Christina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Hebat Ini, di Sulteng Polis...
Ekonomi
IHSG Hari ini Menguat Mengi...

Harga Cabai Rawit Rp125.000/Kg, Telur Ayam Rp29.500/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp125.000...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.