Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perselisihan Dagang AS dengan Tiongkok akan Reda Usai Pembicaraan Trump-Xi

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Perselisihan Dagang AS dengan Tiongkok akan Reda Usai Pembicaraan Trump-Xi Doc: afp
Ket. Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent, pada Minggu (1/5), mengatakan, kebuntuan dalam perundingan dagang antara AS dan Tiongkok dapat diselesaikan jika dibahas langsung oleh Presiden Donald Trump dan Xi Jinping melakukan pembicaraan. 

Dikutip dari France 24, Trump pada hari Jumat menuduh Beijing melanggar kesepakatan yang dicapai bulan lalu di Jenewa untuk menurunkan sementara tarif yang sangat tinggi yang telah dikenakan oleh dua ekonomi terbesar dunia satu sama lain, dalam jeda yang berlangsung selama 90 hari.

Lambatnya langkah Tiongkok dalam memberikan persetujuan lisensi ekspor untuk mineral langkah dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan untuk membuat mobil dan chip menyebabkan AS frustrasi seperti dilaporkan The Wall Street Journal Jumat lalu.

Namun demikian, Menteri Keuangan AS Scott Bessent tampaknya mengurangi tekanan tersebut pada hari Minggu, dengan mengatakan dalam acara “Face the Nation” di CBS bahwa kesenjangan tersebut dapat segera dijembatani.

“Saya yakin bahwa ketika Presiden Trump dan Ketua Partai Xi berbicara, masalah ini akan terselesaikan,” kata Bessent, namun ia juga mencatat bahwa Tiongkok "menahan beberapa produk yang telah mereka setujui untuk dirilis dalam perjanjian kedua negara.

“Mungkin ini kesalahan sistem Tiongkok. Mungkin ini disengaja. Kita lihat saja nanti setelah Presiden berbicara dengan Xi,” katanya.

Mengenai kapan panggilan telepon Trump-Xi dapat dilakukan, Bessent berkata: “Saya yakin kita akan segera melihat hasilnya,” katanya.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett mengatakan kepada ABC bahwa panggilan tersebut dapat dilakukan “minggu ini” tetapi ia belum mendapat konfirmasi mengenai waktu yang dijadwalkan.

Sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden, ia telah mengenakan tarif besar-besaran pada sebagian besar mitra dagang AS, terutama tarif tinggi pada impor dari Tiongkok.

Pungutan balasan baru di kedua belah pihak mencapai tiga digit sebelum de-eskalasi bulan ini, di mana Washington setuju untuk sementara mengurangi tarif tambahan pada impor Tiongkok dari 145 persen menjadi 30 persen.

Sementara itu, Tiongkok menurunkan bea tambahannya dari 125 persen menjadi 10 persen.

Tidak Akan Hilang

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan kepada Fox News Sunday bahwa Tiongkok memperlambat kesepakatan, sehingga pihaknya mengambil tindakan tertentu untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana rasanya berada di sisi lain persamaan itu.

“Presiden kami mengerti apa yang harus dilakukan. Dia akan menyelesaikannya,” kata Lutnick.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
bni
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
Festival Golo Koe 2026, Saa...
Daerah
Demi Mengejar Produksi yang...
Daerah
Erupsi Mencapai 700 Meter, ...
Ekonomi
Dorong Kepastian Hukum, Tim...

Gempa Jepang dan Gempa Kolombia

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Gempa Jepang dan Gempa Kolo...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.