Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyelundupan Ratusan Burung Kicau dari Bali Berhasil Digagalkan, Kemenhut: Jika Ada Aktivitas Mencurigakan, Laporkan!

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 11:50 WIB | Oleh:
Penyelundupan Ratusan Burung Kicau dari Bali Berhasil Digagalkan, Kemenhut: Jika Ada Aktivitas Mencurigakan, Laporkan! Doc: KSDAE Kemenhut
Ket. Burung yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan ratusan burung kicau dari Bali menuju Jawa Tengah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/6/2025)

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur bersama tim gabungan berhasil menghentikan penyelundupan ratusan burung kicau dari Bali menuju Jawa Tengah.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, menjelaskan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, pihaknya berhasil menghentikan pengiriman secara ilegal 331 burung kicau di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur setelah diketahui diangkut menggunakan bus antarkota tanpa dokumen resmi.

"Melindungi satwa liar adalah bagian dari mencintai Indonesia. Jika kita merawat kehidupan lain, maka kita sedang merawat nilai-nilai luhur bangsa ini," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membeli, memelihara, atau memperjualbelikan satwa liar secara ilegal. 

"Jika menemukan aktivitas mencurigakan, laporkan segera. Alam tak bisa bicara, tapi kita bisa menjadi suara mereka," katanya.

Dia mengatakan sinergi antara Tim Penyelamatan Satwa Liar (Matawali), Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jatim Satpel Ketapang berhasil menghentikan pengiriman ilegal 331 ekor burung kicau.

Burung-burung itu terdiri atas Merbah Trukcuk (Pycnonotus goiavier) sebanyak 212 ekor dan Cinenen Jawa (Orthotomus sepium) 119 ekor. Total ada 299 ekor burung yang masih hidup dan segera ditangani secara cepat dan hati-hati oleh tim gabungan.

Setelah melalui pemeriksaan awal di Karantina Ketapang, burung-burung tersebut langsung dilepasliarkan ke kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup.

Dia mengharapkan habitat yang sejuk dan alami itu mampu membantu pemulihan satwa yang sempat mengalami stres akibat pengangkutan yang tidak layak.

Ia menjelaskan pelepasliaran satwa itu menjadi simbol bahwa alam masih mempunyai harapan, selama ada niat dan kerja nyata untuk menjaga dan melindunginya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
44 Area Konversi Hutan di S...
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.