Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Burung Paruh Bengkok Terancam, KKI-Unpatti Kampanyekan Pelestarian Satwa Endemik Maluku

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 17:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Burung Paruh Bengkok Terancam, KKI-Unpatti Kampanyekan Pelestarian Satwa Endemik Maluku Doc: Antara Foto
Ket. KKI-Unpatti gencar kampanyekan pelestarian burung paruh bengkok di Maluku. Aksi ini penting jaga keanekaragaman hayati dan satwa endemik Nusantara.

Lembaga Konservasi Kakatua Indonesia (KKI) bersama Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku mengampanyekan pelestarian burung paruh bengkok dalam memperingati Worlds Parrot Day atau hari burung paruh bengkok sedunia.

“Kita memakai kostum kakatua, dengan membawa poster-poster terkait informasi kelestarian burung paruh bengkok di monumen perdamaian dunia pusat Kota Ambon,” kata Ketua KKI Dudi Nandika di Ambon, Minggu.

Sebanyak 600 poster dan flyer yang berisi ajakan dan edukasi untuk menghentikan eksploitasi burung paruh bengkok dibagikan kepada para pengguna jalan.

“Kami memaknai hari burung paruh bengkok sedunia ini sebagai momentum untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa burung paruh bengkok yang ada di Indonesia ini masih sangat tinggi eksploitasinya,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa burung paruh bengkok ini adalah aset bagi masyarakat, yang jika dipahami, spesies ini dapat menjadi salah satu modal untuk mendatangkan pemasukan untuk daerah.

“Baik itu melalui ekowisata serta dampak ikutan lainnya, khususnya untuk masyarakat di sekitar kawasan hutan,” tuturnya.

Dudi mengatakan bahwa upaya konservasi perlu terus dilakukan agar dapat memberikan manfaat kepada kehidupan masyarakat dan melarang perdagangan burung paruh bengkok dan kakatua di Maluku.

Ia mengatakan tingginya permintaan global dan domestik terhadap burung paruh bengkok sebagai hewan peliharaan dengan konsekuensi pemindahan dari alam liar untuk perdagangan gelap, menyebabkan penurunan tajam jumlah burung ini di seluruh dunia.

"Perburuan dan penyelundupan ilegal merupakan ancaman terbesar pada spesies ini," ujarnya.

Indonesia diidentifikasi sebagai negara dengan prioritas tertinggi dalam konservasi burung paruh bengkok dan kakatua berdasarkan jumlah spesies, endemisitas dan ancamannya (penangkapan dan penyelundupan).

Burung paruh bengkok dan kakatua merupakan jenis yang memiliki peranan penting dalam menjaga dan memperbaiki regenerasi hutan serta merupakan bagian ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

"Kami berharap melalui kampanye ini dapat menekan aksi perburuan atau penjualan ilegal burung paruh bengkok demi menjaga spesies tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.