Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lokasi Tenggelamnya KM Sejahtera 20 Tidak Tercemar

📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 21:45 WIB | Oleh:
Lokasi Tenggelamnya KM Sejahtera 20 Tidak Tercemar Doc: Antara
Ket. Kondisi lokasi kejadian terlihat kapal tenggelam bagian bawah kapal dan oil boom serta speed boat.

Natuna - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, memastikan lingkungan hidup di lokasi tenggelamnya KM Sejahtera 20 dalam kondisi tidak tercemar.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Kepulauan Anambas, Abdul Kadir dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan pada Sabtu (31/5) pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian.

Kepastian ini ia sampaikan setelah melihat biota laut berupa ikan yang merupakan bioindikator alami masih terlihat di sekitar lokasi.

“Kondisi lingkungan setelah kapal tenggelam tidak menunjukkan adanya pencemaran,” katanya.

KM Sejahtera 20 merupakan kapal kargo yang disewa perusahaan untuk membawa keperluan pengeboran minyak dari Jakarta. Namun, pada Jumat (30/5), saat bersandar di Jetty PT Medco yang terletak di Kecamatan Palmatak, kapal tersebut tenggelam.

“Kami telah meminta perusahaan untuk melakukan monitoring awal setelah tenggelamnya kapal tersebut,” ucap dia..

Ia menyebut, meski kapal membawa zat berbahaya yang berpotensi merusak ekosistem laut, namun seluruh barang telah dikemas dengan baik sesuai ketentuan sehingga tetap aman meskipun terjadi insiden.

“Setiap kapal migas memang membawa barang yang berpotensi merusak ekosistem, tetapi barang-barang tersebut sudah dikemas dengan benar sesuai standar internasional,” ujar dia.

PT Medco dinilai patuh dan peduli terhadap lingkungan karena segera memasang lapisan oil boom di sekitar kapal tenggelam untuk mengantisipasi kemungkinan tumpahan minyak. Selain itu, PT Medco juga memasang satu dan menyiapkan satu cadangan alat (Skimmer) untuk menyedot minyak jika terjadi tumpahan.

Perusahaan juga telah menyiapkan 30 cutting skips (wadah penampung material) dengan kapasitas masing-masing 8,7 ton, serta mengaktifkan tim tanggap darurat sejak kejadian kapal tenggelam.

“Berdasarkan observasi di lapangan, perusahaan sudah melaksanakan SOP tanggap darurat dan menunjukkan komitmen untuk menjaga lingkungan hidup pasca kejadian ini,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.