Gerakan Ekonomi dari Kampung Andalan Pertumbuhan Papua
📅 Jumat, 30 Mei 2025, 12:57 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAYAPURA – Menggerakkan ekonomi daerah dari kampung menjadi fokus pusat pertumbuhan Papua.
Bupati Jayapura Yunus Wonda di Sentani mengatakan strategi ini sejalan dengan visi pembangunan yang berakar dari potensi lokal, dengan menempatkan kampung sebagai motor utama penggerak ekonomi rakyat.
"Kami ingin kampung menjadi titik awal dari seluruh proses pembangunan ekonomi, karena masyarakat di kampung memiliki kekuatan sumber daya yang luar biasa jika diberdayakan dengan tepat," katanya.
Menurut Yunus, langkah ini dilakukan dengan memperkuat kelembagaan kampung, meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, serta membuka akses pasar bagi produk lokal unggulan.
"Pemkab Jayapura Tidka hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun sistem pendampingan agar ekonomi di kampung bisa tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan bahwa program prioritas tersebut juga selaras dengan semangat otonomi khusus, yang menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan di daerah.
"Kami punya banyak potensi seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga kerajinan khas Papua yang dapat menjadi kekuatan ekonomi kampung jika ditangani secara serius," katanya lagi.
Ia menambahkan bahwa peran kepala kampung, tokoh adat, dan kelompok perempuan serta pemuda menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dari tingkat paling bawah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami percaya bahwa ketika kampung kuat, maka daerah juga akan kuat, ini merupakan fondasi yang sedang kami bangun bersama masyarakat," ujarnya lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!