Pramono Sebut Program 'Jakarta Funding' Jangka Panjang, Tak Bisa 100 Hari
📅 Selasa, 27 Mei 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui program Pendanaan Jakarta (Jakarta Funding) tak bisa selesai dalam waktu 100 hari setelah ia menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta.
"Terkait 'Jakarta Funding', bukan program 100 hari, itu tidak mungkin. Tetapi 'Jakarta Funding' itu adalah program jangka panjang," kata Pramono.
Hal itu disampaikan usai peluncuran kembali (relaunching) aplikasi Sistem Informasi Perumahan dan Permukiman (Sirukim) Jakarta Timur di Rusunawa Pulogebang Penggilingan Tower C, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/5).
Apalagi, kata Pramono, "Jakarta Funding" merupakan program jangka panjang yang dibuat untuk meningkatkan pemasukan di Pemprov DKI Jakarta. Lembaga ini akan mendorong pemasukan dari berbagai sektor di luar pajak.
"'Jakarta Funding' itu adalah program jangka panjang untuk menambah revenue Jakarta, karena tidak bisa Jakarta hanya bergantung pada pajak, distribusi, retribusi dan sebagainya," ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono berencana melakukan diskusi dengan CEO Indonesia Investment Authority (INA), Ridha Wirakusumah di minggu ini untuk meminta saran mengenai pembentukan "Jakarta Funding".
"Dalam minggu ini saya akan bertemu, berdiskusi secara detail dengan Pak Ridha. Pak Ridha itu adalah sekarang menjadi CEO-nya INA Funding," katanya.
Pramono berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut apabila 'Jakarta Funding" terbentuk. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta juga siap dengan pandangannya mengenai "Jakarta Funding" tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, saat Pramono belum dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya sempat menyampaikan akan mengembangkan Program "Jakarta Funding":yang dikelola secara profesional untuk mendukung pembangunan ekonomi Jakarta.
"Jakarta Funding" akan dimulai dengan modal sebesar Rp3 triliun yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD DKI Jakarta.
Dia memastikan dana tersebut akan dikelola secara profesional, tanpa campur tangan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Sisa anggaran itu antara Rp5-6 triliun. Saya nggak perlu banyak-banyak, saya ambil Rp3 triliun saja untuk modal dasar 'Jakarta Funding', dikelola secara profesional. Saya yakin ini akan menjadi 'revenue' (pendapatan) baru bagi Jakarta," kata Pramomo.
Pramono meyakini bahwa "Jakarta Funding" dapat direalisasikan karena Jakarta memiliki APBD sebesar Rp91 triliun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah merealisasikan sebagian besar dari 40 Program Capaian Cepat (Quick Wins).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!