Pemprov DKI Fokus pada Solusi Kolaboratif untuk Atasi Kemacetan di Stasiun Kota
📅 Selasa, 27 Mei 2025, 17:14 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Mochamad Tresna Suheryanto
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengupayakan penanganan komprehensif terhadap kemacetan di sekitar Stasiun Jakarta Kota, yang salah satunya dipicu oleh keberadaan pedagang kaki lima (PKL), parkir liar, dan pengendara yang melawan arus.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menegaskan, bahwa solusi yang diambil tidak hanya bersifat penertiban, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan. Pihaknya, sambung Satriadi, kini fokus melakukan monitoring dan pengawasan sembari berkoordinasi dengan Dinas PPKUKM dan Dinas Perhubungan.
“Penanganan tidak bisa hanya dengan penertiban. Harus ada solusi agar tidak terjadi benturan. Kita cari akar masalahnya dan duduk bersama lintas dinas,” ujar Satriadi, Selasa (27/5).
Ia menyampaikan, salah satu solusi yang tengah dikaji adalah relokasi PKL ke lokasi binaan (lokbin) yang disiapkan Dinas PPKUKM. Namun, untuk memastikan lokasi tersebut tetap ramai dan mendukung keberlanjutan usaha PKL, diperlukan rekayasa lalu lintas.
Satriadi menambahkan, dalam jangka pendek, pengawasan terus dilakukan dan upaya koordinasi antar OPD terkait sudah berjalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau PKL direlokasi tapi sepi, ya tetap tidak akan berhasil. Maka didukung dengan penataan arus yang mendukung lokasi baru itu. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan stasiun yang lebih tertib, nyaman untuk pejalan kaki, dan tetap memberikan ruang usaha yang layak bagi para PKL,” pungkas dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!