Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen pada 2026 Masih Realistis, tapi 5,2 Persen Lebih Mungkin

6 Selasa, 27 Mei 2025, 13:58 WIB | Oleh:
DPR Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen pada 2026 Masih Realistis, tapi 5,2 Persen Lebih Mungkin DPR Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen pada 2026 Masih Realistis, tapi 5,2 Persen Lebih Mungkin Doc: antara foto
Ket. Rapat Paripurna tentang Penyampaian Pandangan Fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2026 di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (27/5).

JAKARTA - Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebesar 5,2-5,8 persen pada 2026 terbilang realistis.

Anggota DPR RI Nurul Arifin saat Rapat Paripurna tentang Penyampaian Pandangan Fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2026 menuturkan target itu cukup realistis bila mempertimbangkan situasi perekonomian global saat ini.

Fraksinya berpandangan bahwa target batas bawah 5,2 persen menjadi angka yang lebih mungkin untuk dicapai.

Akan tetapi, mengingat target Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada akhir jabatannya, maka target pertumbuhan ekonomi perlu diarahkan untuk bergerak ke angka tersebut.

“Salah satu sisi utama pemerintahan Presiden Prabowo di bidang ekonomi adalah mencapai pertumbuhan 8 persen pada 2029. Untuk menuju ke sana, target pertumbuhan ekonomi pada 2026 perlu diarahkan pada batas atas 5,8 persen,” ujar Nurul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/5).

Di sisi lain, anggota DPR Rivqy Abdul Halim mengatakan target pemerintah itu masih bisa didorong untuk bergerak hingga mencapai level 5,6-6 persen. Namun, target itu bisa dicapai dengan beberapa catatan.

Pemerintah dinilai perlu memperkuat ketahanan ekonomi domestik dengan mendorong konsumsi rumah tangga.

Kemudian, arus investasi yang bersifat padat modal dan padat karya juga perlu ditingkatkan, volume ekspor perlu diperbesar, dan daya beli masyarakat diperkuat.

Bersamaan dengan itu, pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) perlu diakselerasi.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa hilirisasi dan transformasi digital ekonomi berjalan sesuai dengan target dan rentang waktu yang telah ditetapkan.

Pandangan lain disampaikan oleh Anggota DPR Dina Lorenza Audria, yang menilai target 5,2-5,8 persen realistis, namun menantang.

Fraksinya berpendapat target tersebut bisa dicapai bila pemerintah mampu mendorong daya beli konsumsi rumah tangga yang merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi. Lalu, mengurangi ketergantungan impor, terutama untuk komoditas pangan dan energi.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah program hilirisasi harus diarahkan agar bisa mencapai industri akhir dan menjadi instrumen akselerasi penciptaan lapangan kerja dan memperluas basis perpajakan.

Iklim investasi juga perlu dijaga agar tetap kondusif.

Dina pun mengingatkan instrumen seperti BPI Danantara perlu dioptimalkan untuk mendorong investasi langsung pada sektor-sektor strategis.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada rentang 5,2 persen hingga 5,8 persen pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Presiden Paraguay Dimakzulk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.