Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Jadi Tantangan Masyarakat Badui Saat Buka Ladang

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 03:00 WIB | Oleh:
Ini yang Jadi Tantangan Masyarakat Badui Saat Buka Ladang Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ket. Ilustrasi_Warga Suku Badui menaburkan pupuk alami pada area tanah yang siap ditanam di Cimarga, Lebak, Banten, Jumat (27/9).

LEBAK - Masyarakat Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten terus memaksimalkan potensi alam setempat, namun gigitan ular berbisa menjadi tantangan tersendiri saat membuka ladang pertanian.

Ketua Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat dalam keterangan di Lebak, Kamis menyatakan sejak Januari hingga saat ini tercatat empat orang warga Suku Badui yang meninggal dunia karena gigitan ulat tanah tersebut.

"Kami melaporkan sejak Januari sampai 22 Kamis Mei 2025 tercatat 36 warga Suku Badui Dalam dan Badui Luar yang menjadi korban gigitan ular tanah dan empat di antaranya meninggal dunia," katanya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang mengakibatkan masyarakat Badui yang terkena gigitan ular yang salah satunya terkendala pada serum anti bisa ular (ABU).

Jika ada masyarakat Badui yang terkena gigitan ular berbisa, lanjut dia, pihaknya meminta relawan bergerak cepat dengan merujuk ke RSUD Banten untuk menyelamatkan jiwanya.

"RSUD Banten memiliki serum ABU sehingga bisa ditangani dengan baik," katanya menambahkan.

Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin membenarkan jika ada masyarakat yang menjadi korban gigitan ular tanah terpaksa dirujuk ke RSUD Adjidarmo dan RSUD Banten.

Pemerintah daerah, lanjut dia, kini mengajukan permintaan 1.000 vial serum ABU guna memaksimalkan layanan masyarakat terutama di Puskesmas.

"Kami berharap bulan Juni 2025 bisa terpenuhi serum ABU itu, sehingga jika ada masyarakat yang digigit ular tanah bisa tertangani," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.