Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Oman Ingatkan Kapal Asing Siap-Siap Hadapi Aturan Tarif Transit Selat Hormuz

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 21:12 WIB | Oleh:
Oman Ingatkan Kapal Asing Siap-Siap Hadapi Aturan Tarif Transit Selat Hormuz Doc: AFP/Loic Venance/Getty Images

MOSKOW - Oman telah memberitahu negara-negara Eropa bahwa pihaknya mungkin akan mengenakan biaya pada kapal-kapal yang berlayar melalui Selat Hormuz, dan memperingatkan bahwa kembali ke status quo sebelum perang adalah mustahil, ungkap laporan Bloomberg, Jumat (26/6).

Biaya tersebut mungkin akan dikenakan untuk layanan yang terkait dengan upaya de-polusi atau bantuan bagi kapal untuk melewati selat tersebut, kata kantor berita tersebut, mengutip sumber yang mengetahui masalah itu.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Teluk Arab telah memprotes rencana Oman dan Iran untuk menetapkan sistem pungutan atau biaya di jalur perairan penting tersebut.

Belum jelas apakah pembayaran tersebut akan bersifat wajib. Oman dilaporkan sedang menganalisis sistem yang digunakan oleh negara lain untuk mengontrol lalu lintas kapal, khususnya di Selat Malaka, yang tidak mengenakan biaya.

Iran mengatakan sedang bekerja sama dengan Oman untuk menetapkan kerangka hukum baru untuk pelayaran di Selat Hormuz tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa keadaan tidak akan seperti biasa setelah serangan AS-Israel terhadap negaranya.

Iran berpendapat pengenaan biaya untuk layanan guna memastikan lalu lintas yang aman, bukan pungutan tol.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang Iran. Agresi militer tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil di pihak Iran.

Pada malam 18 Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum secara jarak jauh yang menjamin berakhirnya konflik militer.

Memorandum tersebut juga menetapkan jangka waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.