BNPB Bakal Bangun 500 Hunian Tetap bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 10:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal membangun 500 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari upaya relokasi permanen ke wilayah aman.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa pembangunan huntap merupakan langkah krusial mengingat status Gunung Lewotobi Laki-Laki yang kembali ditetapkan berada pada Level IV (Awas) pada 18 Mei 2025, sejak erupsi besar yang terjadi pada November 2024.
“Melihat perkembangan situasi, tidak ada alternatif lain selain relokasi masyarakat ke luar radius 7 kilometer,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/5).
Ia menegaskan, meskipun 450 kepala keluarga telah menempati hunian sementara (huntara) tahap I dan II, pemerintah berkomitmen memberikan hunian tetap yang lebih layak dan aman.
Ratusan kepala keluarga tersebut sudah enam bulan lebih meninggalkan tepat tinggalnya yang hancur setelah dihujani bebatuan material erupsi November lalu. Mereka yang tinggal di dalam radius bahaya dievakuasi ke tenda-tenda pengungsian dan sekarang menempati rumah hunian sementara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tapi hunian sementara sifatnya hanya sementara. Masyarakat berhak atas tempat tinggal yang permanen dan nyaman,” cetusnya.
Dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/5), Suharyanto menyebutkan semua pihak telah menyepakati percepatan relokasi dan pembangunan huntap yang berlokasi di Desa Noboleto.
Pemerintah pusat dan pemda akan bersinergi sesuai tugas dan fungsi masing-masing untuk mempercepat proses.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun pembangunan akan didukung oleh Kementerian PUPR untuk infrastruktur jalan, Kementerian Perumahan untuk pembangunan rumah beserta lingkungannya, serta Kementerian ATR/BPN yang memastikan legalitas lahan. Fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik turut disiapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PLN, dan Badan Geologi.
"Selain itu, rumah contoh telah dibangun agar masyarakat dapat meninjau langsung kualitas huntap yang disiapkan. Kami pastikan tidak ada warga yang kembali ke zona bahaya. Semua direlokasi ke wilayah aman dengan fasilitas yang layak,” ucap Suharyanto.
BNPB juga telah melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat untuk memastikan relokasi berlangsung secara sukarela dan partisipatif. Pemerintah menjamin relokasi tidak hanya berfokus pada keselamatan, tetapi juga pada kualitas hidup jangka panjang warga terdampak.
Relokasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi jangka panjang bencana erupsi gunung api, yang menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berpotensi berlanjut dalam waktu yang belum dapat dipastikan. Pemerintah berharap model penanganan Lewotobi ini dapat menjadi rujukan penanganan bencana berbasis kolaborasi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!