Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua WHO Desak Negara-negara Adopsi Perjanjian Pandemi

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 05:30 WIB | Oleh:
Ketua WHO Desak Negara-negara Adopsi Perjanjian Pandemi Doc: AFP/Fabrice Coffrini
Ket. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, terlihat di layar saat menyampaikan laporannya di hadapan para delegasi selama Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss, pada Senin (19/5)

JENEWA - Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (19/5) mendesak negara-negara untuk mengadopsi Perjanjian Pandemi pekan ini, yang bertujuan untuk mencegah terulangnya krisis Covid-19.

Serruan itu dilontarkan saat negara-negara anggota WHO mengadakan pertemuan Majelis Kesehatan Dunia tahunan, suatu pertemuan badan pembuat keputusan badan kesehatan PBB.

"Pada pertemuan ini, negara-negara anggota akan mempertimbangkan, dan mudah-mudahan mengadopsi, Perjanjian Pandemi WHO," kata ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pidato pembukaannya pada pertemuan di Jenewa.

"Ini benar-benar momen bersejarah," imbuh dia.

Setelah lebih dari tiga tahun negosiasi, teks perjanjian diselesaikan secara konsensus bulan lalu.

Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perundingan tersebut, menyusul keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk memulai proses penarikan diri negara itu selama satu tahun untuk meninggalkan WHO.

"Bahkan di tengah krisis, dan menghadapi pertentangan yang signifikan, Anda bekerja tanpa lelah, Anda tidak pernah menyerah, dan Anda mencapai tujuan Anda," kata Tedros. “Konsensus yang diperjuangkan dengan keras memicu kegembiraan, kemenangan, kelegaan, kelelahan. Oleh karenanya saya menantikan persetujuan Anda " imbuh dia.

Kesepakatan tentang pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi diharapkan akan diadopsi oleh majelis pada Selasa (20/5). Tujuannya adalah untuk mendeteksi dan memerangi pandemi dengan lebih baik dengan berfokus pada koordinasi dan pengawasan internasional yang lebih besar, serta akses yang lebih adil terhadap vaksin dan perawatan.

Negosiasi tersebut menjadi tegang di tengah ketidaksepakatan antara negara kaya dan negara berkembang, yang terakhir merasa terputus dari akses terhadap vaksin selama pandemi Covid-19.

Perjanjian tersebut menghadapi pertentangan dari mereka yang menganggapnya akan melanggar kedaulatan negara.

Negara-negara memiliki waktu hingga Mei 2026 untuk membahas rincian mekanisme Akses Patogen dan Pembagian Manfaat (PABS) perjanjian tersebut. Mekanisme PABS ini untuk menangani pembagian akses ke patogen dengan potensi pandemi, dan pembagian manfaat yang diperoleh darinya: vaksin, tes, dan perawatan.

Setelah sistem PABS dirampungkan, perjanjian tersebut dapat diratifikasi. Enam puluh ratifikasi diperlukan agar perjanjian tersebut dapat berlaku. ils/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...

Pemerintah Kota Bogor Lanjutkan Penertiban 516 Angkot

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Luar Negeri
Indonesia Usul MoU Kemitraa...
Olahraga
Akankah Lahir Sejarah di St...
Daerah
Dukung Pariwisata, DAMRI Bu...
Rona
Winter aespa Kena Herpes Zo...
Daerah
BPBD Parimo Distribusi 32 R...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.