Geopark Raja Ampat Jangan Sampai Rusak karena Penambangan Nikel
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 14:32 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
RAJA AMPAT – Kabupaten Raja Ampat memiliki kandungan nikel. Bahkan telah mulai dieksplorasi. Aktivitas tambang yang diduga telah merusak dan mencemari ekosistem lingkungan alam di Kabupaten Raja Ampat segera ditindak. ”Kami segera menindak,” jelas Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.
"Saya akan berkoordinasi dengan Bupati Raja Ampat untuk mendapatkan data detil tentang dampaknya operasi penambangan sama," jelasnya di Sorong, Selasa. Banyak dikhawatirkan eksplorasi akan merusak ekosistem. terpenting jangan sampai eksplorasi merusak geopark di Raja Ampat. Beberapa pulau di Raja Ampat sudah dikonsesi, seperti:
Pulau Gag: PT Gag Nikel memiliki konsesi seluas 13.136 hektare, termasuk 6.060 hektare daratan dan 7.076 hektare perairan. Padahal, luas daratan Pulau Gag hanya 6.500 hektare, sehingga hampir seluruh pulau dan laut sekitarnya masuk dalam area eksploitasi.
Pulau Kawei: PT Kawei Sejahtera Mining memiliki IUP seluas 5.922 hektare (berlaku 2013-2033).
Pulau Manuram dan Waigeo: PT Anugerah Surya Pratama menguasai IUP seluas 9.365 hektare, dengan tambahan 1.167 hektare di Pulau Manuram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau Manyaifun dan Batang Pele: PT Mulia Raymond Perkasa (PT MRP) telah mendapatkan IUP seluas 2.194 hektare dan mulai melakukan survei serta pengambilan sampel sejak September 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!