Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Misteri Naga Jawa Penjaga Laut Ciletuh: Warisan Purba yang Kini Terancam Rusak!

📅 Senin, 08 Sep 2025, 09:05 WIB | Oleh:
Misteri Naga Jawa Penjaga Laut Ciletuh: Warisan Purba yang Kini Terancam Rusak! Doc: Antara
Ket. Punggung naga jawa, legenda yang disebut penjaga laut Ciletuh

JAKARTA - Legenda naga bukan sekadar dongeng bagi masyarakat Nusantara. Di tanah Jawa, mitos tentang naga justru menjadi bagian erat dari cara pandang warga terhadap alam. 

Di kawasan perairan Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat, masyarakat setempat meyakini keberadaan Naga Jawa, sosok gaib penjaga laut dan daratan. Meski tak kasat mata, naga ini dipercaya selalu hadir menjaga keseimbangan alam.

Kepercayaan turun-temurun itu membentuk sikap hidup, alam wajib dihormati. Barang siapa melanggarnya, dipercaya akan mendapat peringatan setimpal dari sang naga. 

Karena itulah deretan batu purba di kawasan Ciletuh disebut warga sebagai Batu Punggung Naga, sebuah simbol abadi penjaga bumi.

Batu Punggung Naga, Jejak 60 Juta Tahun Sejarah Bumi

Batu Punggung Naga berada di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, jantung UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. 

Batuan ikonik ini bukan sembarang tebing: ia menyimpan sejarah bumi sejak 60 juta tahun lalu, tepat di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh.

Bentuknya menyerupai seekor naga atau ulat raksasa yang meringkuk. Punggungnya penuh sisik, relief kasar dan guratan halus hasil proses abrasi, pelapukan, dan erosi yang berlangsung jutaan tahun. 

Sementara kepalanya menghadap ke laut lepas, seolah sedang menjaga samudera dari ancaman.

Menurut General Manager CPUGGp, Aat Suwanto, batu ini adalah bagian dari Formasi Ciletuh, salah satu formasi batuan tertua di Jawa Barat, terbentuk pada zaman Eosen (56–65 juta tahun lalu). 

Tersusun dari pasir kuarsa yang mengeras akibat tekanan bumi, Batu Punggung Naga menjadi laboratorium alami tak ternilai bagi para peneliti geologi.

Fosil Laut Purba, Bukti Ciletuh Pernah Jadi Samudera Dalam

Penelitian LIPI (kini BRIN) menemukan fosil organisme laut purba di sekitar formasi ini. 

Fakta ini membuktikan bahwa wilayah Ciletuh dulunya adalah dasar laut dalam, yang perlahan terangkat menjadi daratan akibat proses tektonik raksasa. Tak heran bila kawasan ini jadi situs geologi kelas dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.