Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPAI Desak Agar Tak Ada Lagi Praktik Pemalsuan Dokumen dalam SPMB

📅 Senin, 19 Mei 2025, 03:06 WIB | Oleh:
KPAI Desak Agar Tak Ada Lagi Praktik Pemalsuan Dokumen dalam SPMB Doc: Istimewa
Ket. Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Ari Leksono.

JAKARTA - Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Ari Leksono, mengatakan jangan sampai ada lagi praktik pemalsuan dokumen yang kerap mencederai sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Dia mendorong semua pihak untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB.

“Mari jaga keadilan. Jangan ada lagi dokumen palsu dalam proses penerimaan peserta didik,” ujar Aris, kepada awak media, di Jakarta, Minggu (18/5).

Dia mengingatkan pemerintah daerah untuk memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan. Pihaknya mendorong agar tercipta sistem penerimaan siswa yang inklusif, adil, dan berpihak pada hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan.

“Setiap anak Indonesia, apapun latar belakangnya, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” terangnya.

Aris menerangkan, perubahan sistem dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi SPMB harus disosialisasikan. Menurutnya, sosialisasi harus secara menyeluruh hingga ke tingkat RT/RW dan keluarga calon peserta didik.

“Sosialisasi yang baik akan mencegah disinformasi dan membantu masyarakat memahami prosedur yang benar,” jelasnya.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan persiapan SPMB sudah hampir 100 persen. Pihaknya sudah melaksanakan rapat dengan kepala dinas pendidikan di berbagai provinsi.

Dia menyebut, secara umum pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sosialisasi SPMB sudah berjalan baik. Menurutnya, mayoritas provinsi serta kabupaten dan kota juga telah menerbitkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

“Sudah lebih dari 85 persen dalam pantauan saya. Terutama kalau provinsi mungkin sudah hampir 100 persen,” ­katanya.  ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ada yang Tahu Pepelingasih?

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada yang Tahu Pepelingasih?

Festival Pantai Panjang Disemarahkan 200 UMKM

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Festival Pantai Panjang Dis...

Bank Emas Memiliki Nilai Strategis

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bank Emas Memiliki Nilai St...
Ekonomi
Jaga Prinsip Kehati-hatian,...

Kebakaran Landa Gedung Djakarta Theater

2 jam lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Kebakaran Landa Gedung Djak...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.