Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rasio Kewirausahaan RI Memang Tinggi, Tetapi Tak Diikuti dengan Nilai Tambah dan Produktivitas

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Rasio Kewirausahaan RI Memang Tinggi, Tetapi Tak Diikuti dengan Nilai Tambah dan Produktivitas Doc: istimewa
Ket. Rasio kewirausahaan Indonesia termasuk tertinggi di ASEAN, namun tidak diimbangi dengan nilai tambah dan produktivitas

JAKARTA-Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita menyoroti masalah kewirausahaan nasional, sebab meskipun termasuk tertinggi di ASEAN, namun tidak diimbangi dengan nilai tambah.

Laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2023 menyebutkan, rasio kewirausahaan Indonesia adalah 21,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand (17,8%), Malaysia (13,4%) dan Vietnam (15,2%). Namun, laporan tersebut juga mencatatkan bahwa tingginya nilai ini tidak diikuti dengan nilai tambah dan produktivitas yang tinggi.

"Untuk itu, menjadi tantangan bagi kita semua, khususnya pemerintah, akademisi dan sektor swasta, untuk bersinergi guna menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih baik agar bisa membawa para wirausaha muda naik kelas, sehingga produk lebih bernilai tambah, omset meningkat dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, tegas Dirjen Reni di Jakarta, Minggu (18/5).

Adapun Kemenperin terang Reni terus berupaya mencetak wirausaha baru di berbagai daerah untuk menjadi pelaku industri yang adaptif, bahkan juga mendorong mereka dapat berkembang dan naik kelas melalui beragam program pendampingan bisnis. Salah satu programnya yang rutin digelar, yaitu pendampingan bagi pelaku industri kreatif di bidang fesyen dan kriya melalui Creative Business Incubator (CBI).

Tahun ini, Ditjen IKMA Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang menjalin kerja sama dengan praktisi dan akademisi di bidang kewirausahaan dan bisnis, telah melaksanakan Program CBI 2025 untuk mengembangkan wirausaha muda di sektor industri kreatif fesyen dan kriya. Program coaching ini merupakan tahap pendampingan kedua setelah pendampingan klasikal inkubator bisnis yang digelar tahun lalu.

Penelitian menunjukkan bahwa bisnis akan lebih bertahan dan berkembang jika mendapatkan pendampingan dari mentor. "Melalui coaching CBI ini, sebanyak 10 IKM terpilih akan didampingi seorang mentor yang akan membantu menjawab permasalahan yang dialami dalam pengembangan bisnisnya sehingga mampu naik kelas," kata Dirjen Reni.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya mengungkapkan, meskipun para peserta yang terpilih masih berusia muda, namun telah memiliki potensi bisnis yang sangat baik. "Hal tersebut dapat dilihat dari capaian omset para peserta pada tahun 2024 yang berkisar pada angka ratusan juta hingga miliaran Rupiah, dan pertumbuhan omset pada triwulan I tahun 2025 yang juga menunjukkan konsistensi bisnis," terangnya.

BPIFK juga sudah mendata tentang target kenaikan omset serta ekspektasi para peserta dalam mengikuti coaching, agar materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan para peserta. "Tentunya potensi tersebut menunjukkan adanya komitmen dan kemauan dari peserta untuk mau belajar, mengembangkan unit usahanya, serta semakin memberikan dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Cetak Prestasi

Sejumlah IKM alumni Program Coaching CBI yang berhasil mencetak prestasi dalam event penghargaan dan berpartisipasi pada pameran internasional, antara lain Rubycraft, Smarbatik, dan Lumos. Jenama Rubycraft dari Yogyakarta berhasil terpilih dalam display Best Pitch di Home in Style Hongkong 2025, serta berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan produk berbahan baku sawit yang akan dipamerkan di Jepang pada tahun ini. Rubycraft juga telah menjadi salah satu supplier di toko retail terbesar Jepang, Tri Koins, untuk produk home décor.

Sementara itu, Smarbatik berhasil mengantongi Penghargaan Majalah Sawit Indonesia Bidang Pemasaran Produk Turunan Sawit dan berpartisiapasi pada Innovation Festival Suzhou China pada tahun 2024. Dan Lumos telah berpartisipasi dalam Trainer Color Theory dan Fashion Style untuk Sheisedo Group.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.