Fosil Gajah Purba di Kudus Bakal Dijadikan Objek Wisata
📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 21:23 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
KUDUS - Penggalian fosil gajah purba jenis elephas di Situs Patiayam Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal diperluas karena nantinya dijadikan objek wisata tambahan di kawasan Situs Patiayam.
"Rencananya juga akan dibuatkan gazebo di lokasi temuan fosil gajah purba jenis elephas yang diperkirakan dalam kondisi hampir utuh," kata Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus Jamin di Kudus, Sabtu.
Karena fosilnya hampir utuh, rencananya memang tidak diangkat untuk dibawa ke Museum Patiayam, melainkan akan dijadikan objek wisata tambahan selain tersedia gardu pandang dan Museum Patiayam Kudus.
Untuk usia fosil elephas tersebut, diperkirakan antara 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu atau lebih muda dibandingkan jenis stegodon yang usianya berkisar 750 ribu-1,5 juta tahun.
Temuan fosil gajah purba diperkirakan sudah berulang kali, namun untuk jenis elephas baru pertama. Sedangkan penemu pertama merupakan warga desa setempat pada tahun 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam waktu dekat, menurut dia, akan ada penerjunan tim untuk ekskavasi di Situs Patiayam untuk di sejumlah titik guna mengetahui ada tidaknya temuan fosil lainnya.
"Pemkab Kudus juga akan memperbaiki gardu pandang yang bisa dijadikan tempat wisatawan melihat kawasan situs," katanya.
Nantinya, pengunjung tidak hanya sekadar melihat koleksi fosil purba yang ada, melainkan bisa langsung ke lokasi penemuan untuk mengetahui jenis lapisan tanahnya sehingga bisa menjadi bahan edukasi, terutama terhadap pelajar maupun mahasiswa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan fosil purba dari Situs Patiayam hingga kini mencapai 10.147 fragmen, sedangkan yang dipamerkan melalui ruang pamer di museum baru 200-an fragmen.
Adapun fosil yang ditemukan di Situs Patiayam, mulai dari Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak). Kemudian ada Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya), hingga kapak genggam atau chopper. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!