Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eks Presiden Yoon Mundur dari Partai PPP

📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 17:13 WIB | Oleh:
Eks Presiden Yoon Mundur dari Partai PPP Doc: Antara/Anadolu
Ket. Yoon Suk Yeol

SEOUL - Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Sabtu mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) dan meminta rakyat di negara itu untuk mendukung calon presiden dari PPP, Kim Moon-soo.

"Saya meninggalkan Partai Kekuatan Rakyat hari ini," kata dia dalam unggahan di Facebook. "Meski saya meninggalkan partai, saya akan terus berdiri di garis depan untuk membela kebebasan dan kedaulatan nasional."

Yoon juga meminta para pemilih untuk bersatu mendukung Kim, seraya menekankan pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan presiden mendatang.

"Tolong berikan dukungan Anda kepada Kim Moon-soo dari Partai Kekuatan Rakyat. Pastikan untuk memberikan suara Anda. Setiap suara adalah jalan menuju perlindungan kebebasan, kedaulatan, dan kemakmuran negara ini," katanya.

Yoon dicopot dari jabatannya pada April karena upayanya memberlakukan darurat militer pada Desember, yang kemudian gagal.

Seruan telah meningkat di dalam PPP yang konservatif agar mantan presiden itu memutuskan hubungan dengan partai.

Banyak anggota PPP meyakini bahwa pengunduran dirinya diperlukan untuk membantu meningkatkan elektabilitas Kim yang stagnan melawan calon Partai Demokrat, Lee Jae-myung.

"Saya yakin (mantan) presiden itu akan membuat keputusan rasional," kata anggota parlemen Kim Yong-tae, yang juga ketua sementara PPP, dalam konferensi pers pada Kamis.

"Sebagai pemimpin sementara, saya secara hormat akan menyarankan presiden untuk meninggalkan partai."

Calon presiden Kim Moon-soo sendiri bersikap netral tentang kemungkinan Yoon keluar dari partai. Dia mengatakan, terserah Yoon untuk memutuskan hal itu.

Sementara anggota PPP yang lebih moderat telah mendesak pimpinan partai itu untuk memutuskan hubungan dengan Yoon. Ant/Yonhap

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.