Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Laut Bareng! KKP-Australia Perkuat 'Radar' Bersama untuk Laut Aman

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Laut Bareng! KKP-Australia Perkuat 'Radar' Bersama untuk Laut Aman Doc: Antara.
Ket. Pengawasan laut.

JAKARTA - Pengawasan secara ketat membantu mencegah penangkapan ikan yang berlebihan dan penggunaan alat tangkap yang merusak, sehingga sumber daya ikan dapat tetap lestari untuk masa depan. 

Pengawasan memastikan bahwa pelaku usaha perikanan mematuhi peraturan perundang-undangan, seperti izin usaha, penggunaan alat tangkap yang diizinkan, dan standar kualitas produk perikanan. 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Otoritas Australia meningkatkan kerja sama di bidang pengawasan perikanan melalui pertemuan Indonesia-Australia Fisheries Surveillance Forum (IAFSF) ke-24, yang digelar di Jakarta.

"Forum tahunan ini membahas sekaligus menetapkan langkah konkret penanganan praktik illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF) yang di perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) kedua negara," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk) dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (16/5).

Ia menyampaikan ada beberapa hal yang dibahas pada IAFSF ke-24, mulai dari evaluasi implementasi kinerja tahun 2024 hingga program kerja di tahun 2025.

Ia menuturkan kerja sama Indonesia-Australia dalam pengawasan perikanan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut, khususnya di perairan perbatasan.

Ipunk menyebutkan pada tahun sebelumnya telah dilakukan berbagai kegiatan seperti patroli terkoordinasi, kampanye publik atau Public Information Campaign (PIC), serta peningkatan kapasitas sumber daya dalam upaya pengawasan praktik perikanan ilegal di wilayah perbatasan.

Sementara pada tahun ini, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan patroli terkoordinasi, PIC, pertukaran data dan informasi pengawasan perikanan, serta peningkatan kapasitas pengawas perikanan dalam menangani praktik IUUF.

Ketua Delegasi Australia yang dipimpin Commander Troy Van Tienhoven, OAM, RAN Chief of Operation, Maritime Border Command, mengungkapkan kerja sama Australia dengan Indonesia sudah berjalan sejak tahun 2007.

Menurut Troy kurang lebih 18 tahun, memberi manfaat dalam menyelesaikan permasalahan perikanan kedua negara, sehingga perlu ditingkatkan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri CEO Australian Fisheries Management Authority (AFMA), Operation Commander Australian Border Force (ABF), Direktur Intelligence dari Maritime Border Command (MBC).

Selain itu, Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, serta pimpinan dari Ditjen PDSKP, Ditjen Perikanan Tangkap, dan Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendorong praktik perikanan yang bertanggung jawab sesuai dengan program prioritas Ekonomi Biru.

Penyelenggaraan IAFSF ke-24 menunjukkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia diperlukan untuk meningkatkan pengawasan perikanan yang lebih efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.