Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selamatkan Habitat Ikan Khas, Tanggokers Bersama Pemkab Basel Bangun Konservasi Ikan Tempalak Mirah

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 18:52 WIB | Oleh:
Selamatkan Habitat Ikan Khas, Tanggokers Bersama Pemkab Basel Bangun Konservasi Ikan Tempalak Mirah Doc: (ANTARA/HO- The Tanggokers)
Ket. Ikan Tempalak Mirah endemik Pulau Bangka.

PANGKALPINANG - Yayasan Ikan Endemik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), The Tanggokers bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) akan membangun Kawasan Konservasi Ikan Tempalak Mirah guna menyelamatkan habitat ikan khas Pulau Bangka ini dari kepunahan.

"Alhamdulillah, Pemkab Bangka Selatan sangat mendukung pembangunan kawasan konservasi ikan endemik Tempalak Mirah yang terancam punah," kata Pembina Yayasan Ikan Endemik Kepulauan Babel The Tanggokers, Swarlanda, di Pangkalpinang, Kamis (15/5).

Ia mengatakan ikan Tempalak Mirah merupakan salah satu dari sekian spesies betta yang menyimpan kekhasan endemis, artinya spesies ini tidak bisa ditemukan di belahan dunia manapun kecuali di habitat aslinya di Bangka bagian selatan.

Karakter warna merah marun menyala pada tubuh ikan ini melahirkan nama Mirah, yang dalam bahasa setempat berarti merah atau kemerahan seperti batu permata.

"Kami bersama jajaran Dinas Perikanan Bangka Selatan telah meninjau titik pembangunan kawasan konservasi ikan Tempalak Mirah ini di Desa Bikang," katanya.

Ia menyatakan pemilihan lokasi pembangunan kawasan konservasi ikan endemik minimal seluas satu hektare di Bikang, karena desa tersebut merupakan tempat asli ikan Tempalak Mirah yang kini sudah rusak dampak perluasan perkebunan kelapa sawit.

"Saat ini Pemkab Bangka Selatan sudah meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menghentikan perluasan perkebunan sawit di Desa Bikang dan ini salah satu upaya menyelamatkan habitat asli ikan Tempalak Mirah ini," katanya.

Ia menambahkan langkah strategis lainnya untuk menyelamatkan ikan Tempalak Mirah ini adalah pendaftaran Tempalak Mirah sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Daerah Kabupaten Bangka Selatan pada 2024.

"Ini bukan sekadar langkah legalitas saja, tetapi upaya konkret untuk memperkuat pengakuan bahwa ikan ini adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Bangka Selatan," katanya.

Meskipun berukuran mungil dan hidup di perairan tenang rawa-rawa gambut dan sungai kecil, menurut dia, ikan ini memiliki makna besar bagi identitas ekologis dan budaya masyarakat Bangka Selatan.

"Keberadaannya bukan sekadar soal taksonomi atau catatan ilmiah, tetapi juga cermin dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Sayangnya, kini nasib ikan ini berada di ujung tanduk, terhimpit oleh maraknya penambangan bijih timah dan perkebunan kelapa sawit," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
124 Ribu Kasus WNI Ditangan...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.