Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencana Pemerintah Bangun Kampung Haji di Arab Saudi, Pakar Ekonomi: Bisa Jadi Pemborosan

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 20:03 WIB | Oleh:
Rencana Pemerintah Bangun Kampung Haji di Arab Saudi, Pakar Ekonomi: Bisa Jadi Pemborosan Doc: Istimewa
Ket. Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Rossanto Dwi Handoyo

JAKARTA - Rencana pemerintah membangun kampung haji di Arab Saudi untuk meningkatkan pelayanan terhadap jemaah haji menuat konroversi. Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Rossanto Dwi Handoyo, mengingatkan pemerintah bahwa investasi di sektor non komersial luar negeri seperti pelayanan haji perlu dilihat secara hati-hati.

"Karakteristiknya sangat musiman. Kalau kita investasi di luar negeri tapi digunakan hanya setahun sekali, ya itu lebih banyak pemborosannya," ujar Rossanto, dikutip dari laman resmi Unair, Kamis (15/5).

Dia menyebut, jumlah jemaah haji asal Indonesia mencapai sekitar 220 ribu orang per tahun. Meski demikian, pemanfaatan aset seperti akomodasi atau hotel dalam Kampung Haji hanya akan terjadi dalam rentang waktu singkat, yakni 1–2 bulan selama musim haji.

Rossanto menambahkan, memang infrastruktur tersebut bisa digunakan juga untuk Umroh. Meski begitu, harga tanah di sekitar kedua masjid sangat tinggi dan sebagian besar telah dikuasai oleh jaringan hotel internasional berskala besar.

"Kalau setelah musim haji kita sewakan untuk umroh, itu bisa jadi opsi yang menarik. Tapi lokasi harus diperhatikan, karena jemaah umumnya ingin berada dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Maksimal 5 kilometer dari sana masih tergolong fisibel," jelasnya.

Dia menyarankan, agar proyek ini tidak semata-mata mengandalkan APBN. Dia mendorong pelibatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan skema kerja sama seperti joint venture dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih berkelanjutan dan efisien. 

"Selama ini BPKH kan investasinya lewat sukuk, atau instrumen syariah lain. Ini bisa diarahkan untuk pengelolaan proyek ini," katanya.

Rossanto juga mengingatkan pentingnya kalkulasi yang matang sebelum memulai proyek berskala besar ini. Menurutnya, usulan Kampung Haji Indonesia memang mencerminkan ambisi diplomasi layanan publik dalam skala internasional.

"Namun, agar tidak berubah menjadi beban fiskal jangka panjang, pengelolaannya membutuhkan pendekatan bisnis yang rasional, berbasis syariah, dan tepat sasaran," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.