Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Dalami Kemungkinan Penutupan Jalur Pendakian Ilegal, seperti di Gunung Merbabu

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 15:20 WIB | Oleh:
Kemenhut Dalami Kemungkinan Penutupan Jalur Pendakian Ilegal, seperti di Gunung Merbabu Doc: antara foto
Ket. Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan (Gakkum Kemenhut) Dwi Januanto Nugroho

JAKARTA - Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan (Gakkum Kemenhut) Dwi Januanto Nugroho mengungkapkan pihaknya kini tengah mendalami kemungkinan penutupan jalur pendakian ilegal, termasuk yang berada di Gunung Merbabu.

“Jadi pendakian yang di Merbabu itu langsung dapat feedback, OK, sekarang saatnya kita tutup pendakian jalur ilegal yang di Merbabu,” jelas Dirjen Gakkum Kemenhut Januanto dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (15/5).

Dia menyebut, keberadaan masukan tersebut memerlukan pendalaman kembali terkait proses penegakan hukum, karena memerlukan sejumlah pertimbangan termasuk faktor sosial yang ada di masyarakat sekitar kawasan.

Dia mengatakan, penegakan hukum merupakan salah satu komponen pengelolaan taman nasional, sehingga ketika dilakukan perlu pertimbangan yang memikirkan juga faktor lingkungan, sosial dan ekonomi. :Kalau kita tutup, solusinya secara sosial seperti apa. Jadi kita pikirkan benar,” tambahnya.

Untuk itu, dia meminta masukan dari setiap pendaki dan para pemangku kepentingan lain demi memastikan keselamatan dan kenyamanan ketika melakukan pendakian maupun mengunjungi taman nasional tersebut, serta langkah penegakan hukum yang diperlukan terkait jalur pendakian ilegal.

Kemenhut sendiri memiliki perhatian khusus terhadap pendakian yang dilakukan di sejumlah taman nasional, termasuk yang diminati pendaki seperti Merbabu, terutama dalam memastikan keselamatan setiap orang yang melakukan pendakian.

Secara khusus, dia merujuk kepada imbauan dari Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terkait persiapan yang diperlukan sebelum melakukan pendakian dan penggunaan jalur yang aman serta legal.

"Itu yang kita tekankan bahwa sisi itu memang cukup rawan kalau fenomena hanya untuk membuat konten tanpa persiapan. Itu yang kita tekankan bahwa pendakian itu bukan perlombaan atau konten," demikian Dwi Januanto Nugroho.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.