Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Butuh 1.000 Guru

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 20:46 WIB | Oleh:
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Butuh 1.000 Guru Doc: Istimewa
Ket. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, dalam rapat membahas Sekolah Rakyat, di Jakarta, Kamis (15/5).

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, Sekolah Rakyat membutuhkan 1.000 guru untuk memenuhi kebutuhan di 53 lokasi Sekolah Rakyat. Menurutnya, jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan kepala sekolah.

"Kalau dari 53 itu kira-kira hampir 1.000 dibutuhkan gurunya, di luar kepala sekolah ya," ujar Mensos, dalam konferensi pers, Kamis (15/5).

Dia menerangkan, pemerintah terus mempercepat persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Pihaknya juga sudah memiliki jumlah calon siswa Sekolah Rakyat.

"Sudah lebih dari 9.000 calon siswa yang telah diasesmen lewat pertemuan dengan orangtua di rumah masing-masing, dan kita membahas tentang rekrutmen guru dan tenaga pendidik," jelasnya.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah ini dapat dimulai dalam waktu dekat dengan sinergi berbagai kementerian/lembaga demi memastikan kualitas dan keberlanjutannya.

Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto, menerangkan soal proses dan kesiapan sistem seleksi tenaga pendidik yang akan digunakan. Menurutnya, mekanisme yang digunakan akan menyerupai rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah dilakukan.

"Kami sudah mempunyai kurang lebih 35 titik dengan fasilitas 3.500 (peserta). Sehingga kalau misalnya sudah ditetapkan kurang lebih maksimal enam hari seleksi sudah bisa kita selesaikan," katanya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, menambahkan bahwa pihaknya telah merumuskan berbagai skema rekrutmen. Hal tersebut untuk menjamin kualitas tenaga pendidik.

"Intinya adalah menyiapkan guru dan tenaga pendidikan yang berkualitas. Hasilnya akan dilaporkan oleh Bapak Menteri ke Bapak Presiden," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.