Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim gabungan evakuasi korban tertimbun longsor di Samarinda

📅 Senin, 12 Mei 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Tim gabungan evakuasi korban tertimbun longsor di Samarinda Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat.
Ket. Foto udara petugas mengoperasikan ekskavator saat mengevakuasi korban tanah longsor yang terjadi di kawasan Belimau, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (12/5).

Samarinda -- Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/Search and Rescue (Basarnas) mengevakuasi korban tanah longsor yang menimbun empat rumah di kawasan Belimau, Kelurahan Lempake, Samarinda.

Koordinator Tim SAR Samarinda Mardi Sianturi di Samarinda, Senin, mengungkapkan proses evakuasi berlangsung sulit akibat kondisi tanah yang labil dan pergerakan tanah yang masih terjadi usai diguyur hujan lebat.

"Tadi sudah dilakukan penanganan untuk tanah longsor. Semua tim bekerja bahu membahu," ujarnya.

Mardi menjelaskan, tim SAR menerapkan strategi khusus dengan menurunkan alat berat bertonase (ekskavator) rendah terlebih dahulu untuk membuka akses jalan dan memadatkan tanah. Setelah kondisi dinilai lebih aman, alat berat yang lebih besar kemudian diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi.

Upaya pencarian awal difokuskan di bagian belakang rumah yang tertimbun, di mana tim berhasil menemukan korban pertama, seorang ibu bernama Hamdana, berusia sekitar 50 tahun. Korban ditemukan di dalam kamar bagian belakang dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya, tim SAR bergerak ke bagian depan rumah dan kembali menemukan satu korban lagi, seorang anak laki-laki bernama Nasrul, diperkirakan berusia 24 tahun. Nasrul juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Saat kami hendak melakukan pencarian korban ketiga dan keempat, terkendala oleh waktu yang semakin gelap. Kami mempertimbangkan risiko keselamatan tim jika melanjutkan pencarian dalam kondisi minim penerangan," kata Mardi.

Dia menambahkan, area yang belum sepenuhnya dieksplorasi meliputi bagian kamar depan, ruang tamu, dan teras rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengatakan operasi pencarian dan evakuasi akan dilanjutkan pada keesokan harinya.

"Besok kita lanjutkan kembali. Faktor medan yang cukup berat dan masih hancur menjadi pertimbangan utama. Risiko tinggi memerlukan keselamatan baik tim terpadu pencarian maupun peralatan yang kita miliki," kata Suwarso.

Dia menuturkan, alat berat yang digunakan dalam proses evakuasi sementara digeser ke area yang lebih rendah untuk keamanan, namun akan kembali disiagakan di lokasi pada pagi hari berikutnya.

Pihaknya menginformasikan bahwa berdasarkan laporan, terdapat empat anggota keluarga yang tertimbun longsor. Selain Hamdana dan Nasrul yang telah ditemukan meninggal dunia, dua anggota keluarga lainnya yang masih dalam pencarian adalah Nurul Sakira (17) dan Fitri (14).

"Beberapa korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk proses identifikasi lebih lanjut," ungkap Suwarso.

Sebagian proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop, serta memerlukan kehati-hatian ekstra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.