Paus Leo XIV Hadapi Keterbatasan dalam Mereformasi Gereja Katolik, Tetapi Fransiskus Sudah Membuka Jalan
📅 Minggu, 11 Mei 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisDoktrin Maria tentang Konsepsi Tak Bernoda dan Kenaikan memberikan contoh pentingnya konsultasi. Kandung Tak Bernoda, yang diumumkan oleh Paus Pius IX pada tahun 1854, adalah ajaran bahwa Maria, ibu Yesus, sendiri dilindungi dari dosa, noda yang diwarisi dari Adam yang diyakini oleh umat Katolik bahwa semua manusia lainnya dilahirkan sama, sejak saat konsepsinya. Kenaikan Maria ke Surga, yang diumumkan oleh Pius XII pada tahun 1950, adalah doktrin bahwa Maria diangkat tubuh dan jiwanya ke surga pada akhir kehidupan duniawinya.
Dokumen-dokumen terkait doktrin tersebut menekankan bahwa para uskup gereja telah diuji dan bahwa keimanan umat telah diteguhkan.
Persatuan di atas segalanya
Salah satu tugas utama paus adalah melindungi persatuan Gereja Katolik. Di satu sisi, membuat banyak perubahan dengan cepat dapat menyebabkan skisma, yaitu perpecahan nyata dalam komunitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun 2022, misalnya, Gereja Metodis Global terpisah dari Gereja Metodis Bersatu karena pandangan tentang pernikahan sesama jenis dan penahbisan uskup gay yang tidak selibat. Telah terjadi berbagai perpecahan dalam komuni Anglikan dalam beberapa tahun terakhir. Gereja Katolik menghadapi tantangan serupa tetapi sejauh ini telah berhasil menghindari perpecahan dengan membatasi perubahan yang dilakukan.
Di sisi lain, tidak melakukan perubahan yang mengikuti perkembangan positif dalam budaya terkait isu-isu seperti inklusi penuh perempuan atau martabat kaum gay dan lesbian dapat mengakibatkan keluarnya anggota dalam skala besar.
Menurut saya, Paus Leo XIV, perlu menjadi pemimpin spiritual, seorang visioner, yang dapat membangun warisan pendahulunya dengan cara yang dapat memenuhi tantangan saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia sudah menyatakan bahwa dia menginginkan gereja sinodal yang “dekat dengan orang-orang yang menderita,” yang mengindikasikan arah yang akan ia ambil.
Jika paus baru mampu memperbarui ajaran gereja tentang beberapa isu sensitif, itu akan tepat karena Fransiskus telah mempersiapkan panggung untuknya.
Dennis Doyle, Professor Emeritus of Religious Studies, University of Dayton
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!