Kemenag Sumbar Gunakan Kokarde Khusus bagi Jemaah Calon Haji Lansia
📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 10:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
PADANG - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggunakan kokarde atau tanda pengenal khusus bagi jemaah calon haji lanjut usia (lansia), disabilitas hingga berisiko tinggi agar mendapatkan layanan prioritas dari petugas.
“Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Padang membuat kebijakan baru dengan memberikan kokarde khusus untuk jemaah calon haji (JCH) lansia, disabilitas dan jemaah yang berisiko tinggi agar mereka diprioritaskan oleh petugas,” kata Ketua PPIH Embarkasi Haji Padang Mahyudin di Padang, Sabtu (10/5).
Mahyudin mengatakan dengan membekali kokarde khusus, jemaah calon haji lansia, disabilitas hingga berisiko tinggi tidak perlu ikut antre seperti calon jemaah haji umumnya. Sebab, petugas akan langsung mendatangi, melayani, termasuk mendorong menggunakan kursi roda ke setiap layanan sampai ke kamar yang bersangkutan.
“Kita terus melakukan evaluasi terhadap semua layanan di Asrama Haji Padang, terutama layanan one stop service kepada jamaah lansia, jamaah yang berisiko tinggi dan disabilitas," ucap Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumbar itu.
Selain memberikan berbagai kemudahan bagi calon jemaah haji, terobosan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan indeks pelayanan jemaah calon haji untuk musim haji 1446 Hijriah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Layanan ini kita tujukan agar jemaah calon haji ini tidak capek, tidak gelisah dan tidak stres," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Mahyudin melaporkan Embarkasi Haji Padang telah memberangkatkan empat kelompok terbang (kloter) atau sebanyak 1.691 calon haji.
Pada Sabtu sore pukul 18.40 WIB, Embarkasi Haji Padang kembali menjadwalkan pemberangkatan kloter lima yang merupakan gabungan jemaah calon haji Kota Padang dan Provinsi Bengkulu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebanyak 53 calon haji asal Kota Padang ini akan diberangkatkan bersama 369 calon haji asal Bengkulu dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Madinah," kata Mahyudin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!