Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian Ungkap Makanan Ultra-Olahan Terkait dengan Parkinson

📅 Jumat, 09 Mei 2025, 03:15 WIB | Oleh:
Penelitian Ungkap Makanan Ultra-Olahan Terkait dengan Parkinson Doc: AFP

NEW YORK - Selama dekade terakhir, para peneliti telah menemukan hubungan antara makanan ultra-olahan dan kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, demensia, dan beberapa jenis kanker.

Para peneliti dari Amerika Serikat dan Tiongkok dalam penelitian yang diterbitkan pada tanggal Rabu (7/5) di jurnal Neurology, melaporkan telah menambahkan penyakit Parkinson ke dalam daftar tersebut.

Mereka menerangkan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak makanan olahan lebih mungkin mengembangkan tanda-tanda awal penyakit tersebut daripada orang yang mengkonsumsi lebih sedikit makanan olahan.

Temuan ini merupakan hubungan, bukan bukti bahwa makanan ultra-olahan menyebabkan penyakit Parkinson, suatu kondisi progresif dan tidak dapat disembuhkan yang ditandai dengan tremor, kekakuan otot, dan gejala lainnya.

“Tetapi penelitian seperti ini sangat penting untuk menemukan hubungan antara apa yang kita makan dan penyakit neurologis,” kata Silke Appel Cresswell, seorang ahli saraf di Pusat Penelitian Parkinson Pasifik di Universitas British Columbia, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

“Sudah diketahui bahwa apa yang kita makan berperan dalam perkembangan kondisi seperti penyakit jantung, tetapi kita masih harus mengejar ketertinggalan dalam hal bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan otak,” imbuh dia.

Makanan dan minuman olahan adalah makanan dan minuman yang dibuat dengan bahan-bahan yang biasanya tidak ditemukan di dapur rumah. Kategori ini, yang meliputi soda, daging olahan, dan banyak makanan ringan, menyumbang lebih dari setengah kalori yang dikonsumsi orang dewasa di AS.

Untuk penelitian ini, para peneliti menyelidiki apakah ada hubungan antara mengkonsumsi makanan ini dan timbulnya gejala awal penyakit Parkinson. Gejala tersebut meliputi sembelit, mimpi saat tidur, penurunan kemampuan mencium, kesulitan membedakan warna, depresi, dan rasa kantuk di siang hari.

Para peneliti menganalisis data kuesioner diet dari hampir 43.000 partisipan profesional kesehatan di AS dari pertengahan 1980-an hingga pertengahan 2000-an. Setiap dua hingga empat tahun, para peserta, yang sebagian besar berkulit putih, ditanyai tentang jenis dan jumlah makanan yang biasanya mereka konsumsi. Mulai tahun 2012, mereka juga melaporkan sendiri gejala-gejala yang mereka alami.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi makanan ultra-olahan paling banyak sekitar 2,5 kali lebih mungkin mengalami setidaknya tiga gejala awal penyakit Parkinson dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi paling sedikit.

Jika seseorang mengalami gejala-gejala ini, itu tidak berarti ia akan terserang penyakit tersebut, tetapi itu dapat menandakan perubahan otak yang dapat mengarah pada diagnosis bertahun-tahun kemudian, kata Dr Alberto Ascherio, seorang profesor epidemiologi dan gizi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan dan penulis penelitian tersebut.

Dalam penelitian sebelumnya, Ascherio dan rekan-rekannya menemukan bahwa laki-laki lanjut usia yang memiliki tiga gejala awal Parkinson – sembelit, memerankan mimpi, dan berkurangnya kemampuan mencium – memiliki kemungkinan 23 kali lebih besar untuk didiagnosis penyakit tersebut tiga tahun kemudian dibandingkan dengan laki-laki yang tidak mengalaminya.

Appel Cresswell mengatakan penelitian ini kuat karena ukurannya, durasinya, dan penggunaan data diet terperinci yang dikumpulkan selama beberapa dekade. Penting untuk menyelidiki tanda-tanda awal penyakit Parkinson, katanya, untuk membantu memahami bagaimana perubahan gaya hidup dapat memperlambat atau mencegah penyakit tersebut.

Namun, penelitian tersebut memiliki beberapa keterbatasan, kata Cresswell. Ia menambahkan bahwa ia ingin melihat data tentang konsumsi makanan olahan dan diagnosis aktual penyakit Parkinson.Ascherio mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya saat ini sedang menyelidiki hal tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.