Trump Tunjuk Andrew Giuliani Pimpin Gugus Tugas Piala Dunia 2026
📅 Rabu, 07 Mei 2025, 15:10 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penunjukan Andrew Giuliani sebagai direktur eksekutif gugus tugas presiden untuk Piala Dunia FIFA 2026. Putra mantan Wali Kota New York, Rudy Giuliani, itu sebelumnya menjabat sebagai asisten khusus presiden dan direktur asosiasi Kantor Penghubung Publik pada masa jabatan pertama Trump.
Penunjukan ini diumumkan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa. Ia menyebut Andrew sebagai sosok kompetitif dan pegolf andal yang dinilainya cocok memimpin persiapan AS menyambut turnamen internasional tersebut bersama Kanada dan Meksiko.
Carlos Cordeiro, penasihat senior FIFA dan mantan presiden Federasi Sepak Bola AS, juga ditunjuk sebagai penasihat senior gugus tugas. Dalam pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dan Wakil Presiden AS JD Vance, Trump mengatakan kelompok ini akan menyelenggarakan "turnamen sepak bola terbesar, teraman, dan paling luar biasa dalam sejarah."
Trump juga menekankan pentingnya kenyamanan dan kelancaran bagi para pengunjung dari luar negeri selama berada di AS untuk menonton pertandingan.
"Kami ingin mereka memperoleh pengalaman yang lancar di setiap bagian kunjungan mereka," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain Piala Dunia 2026, AS akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub pertama pada 14 Juni hingga 13 Juli, yang digelar di 11 kota. Infantino mengatakan kedua turnamen itu diperkirakan akan menyumbang hampir 50 miliar dolar AS dalam output ekonomi dan menciptakan sekitar 300.000 lapangan kerja baru di AS.
Vance, yang ditunjuk sebagai wakil ketua gugus tugas, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyukseskan dua agenda besar tersebut. “Tentu saja, semua orang dipersilakan datang dan menyaksikan acara yang luar biasa ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami ingin mereka datang, kami ingin mereka merayakan, kami ingin mereka menonton pertandingan, tetapi jika waktunya sudah habis, mereka harus pulang. Jika tidak, mereka harus berbicara dengan Menteri (Keamanan Dalam Negeri) (Kristi) Noem.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!