Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Inflasi Cabai, Batam Dorong Tanam Cabai Sendiri di Pekarangan

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 09:18 WIB | Oleh:
Tekan Inflasi Cabai, Batam Dorong Tanam Cabai Sendiri di Pekarangan Doc: ANTARA/yds
Ket. Program tanam cabai di pekarangan ini melibatkan 2.400 perempuan dari 80 Kelompok Wanita Tani (KWT).

BATAM, Kepri - Panen cabai yang relatif cepat, sekitar dua bulan, membuat gerakan tanam cabai diharapkan dapat segera memberi kontribusi nyata dalam menstabilkan harga dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di Batam.

Menariknya, Pemerintah Kota Batam menggencarkan gerakan menanam cabai di pekarangan rumah sebagai strategi konkret mengendalikan inflasi daerah.

Program yang melibatkan 2.400 perempuan dari 80 Kelompok Wanita Tani (KWT) ini menjadikan cabai sebagai komoditas utama, mengingat fluktuasi harganya yang signifikan memengaruhi daya beli masyarakat.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan pemilihan cabai didasarkan pada urgensi menjaga stabilitas harga di tengah keterbatasan lahan pertanian Batam.

"Yang selalu menjadi perhatian kami dan Kementerian Dalam Negeri adalah inflasi dan kenaikan harga komoditas, terutama cabai," ujar Amsakar di Batam, Selasa (6/5) kemarin.

Menurutnya, menanam cabai di pekarangan menjadi solusi adaptif yang memiliki dampak langsung terhadap ekonomi rumah tangga dan stabilitas harga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, menambahkan bahwa cabai dipilih karena potensinya dalam skala rumah tangga bisa langsung berkontribusi pada pasokan lokal.

"Jika setiap ibu menanam 20 polybag cabai, target 2.400 ibu ini berpotensi menghasilkan 40 ton," ungkap Mardanis. Skala produksi dari pekarangan ini dianggap mampu meredam gejolak harga di pasar.

DKPP menargetkan dalam lima tahun ada 10.000 ibu yang terlibat. Program ini tidak hanya memberi bantuan benih dan sarana tanam seperti polybag dan pupuk mulai Juni mendatang, tetapi juga pendampingan rutin.

"Kami tidak ingin ibu-ibu cuma diberi bantuan lalu ditinggal, tapi kami latih dan awasi sampai bisa panen," tegas Mardanis, memastikan keberlanjutan program ini agar hasil panen cabai dari pekarangan bisa optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.