Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Landak Terus Menghindari Konflik Lahan Adat

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 15:27 WIB | Oleh:
Kabupaten Landak Terus Menghindari Konflik Lahan Adat Doc: ist
Ket. Karolin Bupati Landak (kiri)

LANDAK - Sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pengakuan hak masyarakat adat dan kepastian investasi sektor kehutanan dan perkebunan, pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, terus mendata serta memverifikasi klaim hutan adat yang disampaikan masyarakat. 

"Pendataan hutan adat tidak dapat dilakukan secara serampangan karena harus dilandasi bukti historis, keterangan saksi, dan pengakuan komunitas adat secara menyeluruh,” ucap Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Dia mengatakan ini saat rapat bersama Komisi II DPR, di Pontianak, Rabu. Menurutnya, hutan adat tidak bisa muncul begitu saja, harus ada sejarah, ada kesaksian masyarakat sekitar. Hutan adat harus dilakukan verifikasi lapangan. “Kami sangat berhati-hati agar tidak terjadi klaim sepihak yang justru menghambat investasi," jelas Karolin Margret Natasa.

Karolin menyebutkan di beberapa wilayah, perusahaan perkebunan telah memberi ruang kepada masyarakat adat untuk mengelola sebagian lahan sebagai kas desa. Namun, hal itu belum terjadi secara merata di seluruh wilayah Landak, tergantung pada kesiapan desa masing-masing.

Karolin juga menyoroti masih adanya perusahaan perkebunan yang belum mengantongi izin hak guna usaha (HGU) meski sudah memiliki izin usaha perkebunan. Ia menegaskan bahwa Pemkab Landak telah minta perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera mengurus HGU.

Sebab hal itu berpengaruh pada pendapatan daerah dari sektor BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.