Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

JFFE 2025 Resmi Ditutup, Jogja Kukuhkan Diri sebagai Kota Festival Dunia

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 23:20 WIB | Oleh:
JFFE 2025 Resmi Ditutup, Jogja Kukuhkan Diri sebagai Kota Festival Dunia Doc: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA – Jogja Festivals Forum and Expo (JFFE) 2025 resmi ditutup pada Rabu (8/5), setelah dua hari berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Gelaran ini menghadirkan rangkaian acara mulai dari simposium, srawung festival, talk show, business matching, dialog, hingga pertunjukan musik yang melibatkan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah dan negara.

JFFE 2025 menjadi momentum penting bagi Yogyakarta untuk mempertegas posisinya sebagai kota festival berkelas dunia. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam sambutannya di hari pembukaan menekankan bahwa festival bukan sekadar perayaan, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat identitas budaya dan ekonomi kreatif kota.

“Kami akan selalu mendukung seluruh kegiatan festival di Kota Yogya dan siap berkolaborasi dengan para penggiat seni,” ujarnya. Hasto berharap potensi budaya Yogyakarta dapat terus dikenal luas, bahkan hingga tingkat internasional.

Dalam seremoni pembukaan, Hasto menyerahkan simbol “kunci festival” kepada Ketua JFFE 2025, Heri Pemad. Kunci tersebut menjadi lambang kepercayaan, keterbukaan, serta komitmen bersama untuk membangun ekosistem festival yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menambahkan bahwa Kota Yogyakarta selama ini telah menjadi tuan rumah berbagai festival berskala nasional hingga internasional. Menurutnya, kolaborasi erat antara pemerintah dan para pelaku seni menjadi kunci keberhasilan tersebut.

“JFFE 2025 diharapkan menjadi pemicu baru dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Yogyakarta,” kata Wawan.

Sementara itu, Ketua JFFE 2025 Heri Pemad menyampaikan bahwa tema utama tahun ini adalah Festival Diplomacy—sebuah pendekatan untuk menjadikan festival sebagai jembatan diplomasi budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata antarbangsa.

“JFFE bukan hanya ruang pertemuan, tapi ruang gerak strategis bagi pelaku kreatif lintas sektor. Kami ingin mendorong kolaborasi global yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan,” ujar Heri.

Penutupan JFFE 2025 disambut antusias para peserta dan pengunjung. Meski telah berakhir, gema semangat kolaborasi dan diplomasi budaya dari forum ini diyakini akan terus berlanjut dan mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif festival yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.