Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Sediakan Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual Gratis dan 24 Jam

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 18:25 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Sediakan Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual Gratis dan 24 Jam Doc: ANTARA/Rahma
Ket. Ilustrasi - Aksi teatrikal kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan layanan pengaduan kasus kekerasan seksual tersedia secara gratis selama 24 jam bagi warga yang membutuhkan.

"Layanan kami itu semuanya gratis, dan layanan pengaduannya 24 jam, bisa diakses juga melalui Jakarta Siaga 112. Jadi, kalau menghubungi 112 ini, nanti kapanpun misalnya ketika memang kasusnya kekerasan akan langsung dihubungkan ke kami," kata Psikolog Klinis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Provinsi DKI Jakarta, Noridha Weningsari dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Selain melalui telepon, lanjut dia, layanan pengaduan juga tersedia di 44 kecamatan se-Jakarta berupa pos pengaduan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) maupun rumah susun (Rusun). Pemprov DKI menyiagakan petugas dengan latar belakang psikologi dan hukum untuk membantu korban.

"Kami juga punya hotline, hotline 24 jam di 081317617622 yang bisa diakses kapanpun. Bisa lewat WhatsApp juga, kemudian tadi ada 44 pos pengaduan," kata Noridha.

Pemprov DKI juga bekerja sama dengan penyedia jasa layanan transportasi di DKI Jakarta seperti Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, dan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta untuk menghadirkan pos pelaporan kasus kekerasan seksual.

"Kami punya Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), itu ada di shelter Transjakarta, LRT, MRT, yang petugas-petugasnya sudah kami latih untuk kemudian memberikan dukungan psikologis awal saat mengetahui ada kasus kekerasan seksual di moda transportasi umum," kata Noridha.

Adapun saat ini Pos SAPA telah tersedia di seluruh koridor Transjakarta.

Selain menyediakan pos pengaduan, Pemprov DKI melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berupa video dan poster yang ditayangkan di armada Transjakarta.

Materi dirancang untuk meningkatkan kesadaran pengguna transportasi publik tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan langkah-langkah yang harus dilakukan jika menjadi korban atau menyaksikan kejadian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Nasional
KKP Bangun 5 Kampung Nelaya...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.