Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Perketat Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian Demi Jaga Ketahanan Pangan

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
NTB Perketat Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian Demi Jaga Ketahanan Pangan Doc: Antara
Ket. Petani memikul hasil panen melintasi lahan tanaman cabai dan sayuran di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat izin alih fungsi lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan dan lingkungan dari dampak perubahan fungsi lahan.

"Kami perketat alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan hanya boleh untuk kebutuhan mendesak, seperti proyek strategis nasional, kepentingan umum, dan akibat bencana alam," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat di Mataram, Selasa (6/5).

Taufieq mengungkapkan, saat ini ada banyak pengajuan izin alih fungsi lahan yang masuk kepada pemerintah, namun Dinas Pertanian dan Perkebunan belum memberikan rekomendasi.

Dia menegaskan, kawasan pertanian pangan berkelanjutan atau KP2B yang merupakan wilayah budi daya pertanian harus selalu dipertahankan agar produktivitas pertanian tidak anjlok akibat konversi lahan.

"Kalaupun ada proyek strategis nasional, maka harus ada lahan pengganti," kata Taufieq.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Barat memiliki lahan baku sawah seluas 234 ribu hektare dan KP2B seluas 282 ribu hektare.

Tak hanya itu, Nusa Tenggara Barat juga memiliki lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan seluas 600 ribu hektare yang bisa digunakan untuk mengganti lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi kawasan pertanian pangan berkelanjutan.

"Lahan tidak boleh berkurang dan harus terus ditambah," kata Taufieq.

Pada triwulan I 2025, lapangan usaha pertanian menjadi penopang laju pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat yang mengalami kontraksi sebesar minus 1,47 persen akibat tidak ada aktivitas ekspor produk tambang.

Andil sektor pertanian sebesar 2,09 persen dari total pertumbuhan ekonomi yang minus 1,47 persen tersebut. Sedangkan, kontribusi lapangan usaha pertambangan dan penggalian justru minus 6,10 persen.

Sektor pertanian punya andil terhadap pertumbuhan domestik regional bruto atau PDRB Nusa Tenggara Barat sebesar 23,24 persen dengan laju pertumbuhan secara tahunan sebanyak 10,28 persen. Adapun distribusi pertambangan terhadap angka PDRB hanya sebesar 16 persen dengan laju pertumbuhan minus 30,14 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.