DPKP Gunung Mas fokus majukan tiga jenis ikan unggulan
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 15:45 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Sapma PP Kabupaten
Palangka Raya -- Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, memiliki rencana strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengembangan perikanan dengan fokus pada tiga jenis ikan budidaya.
Kepala DPKP Gumas Eigh Manto di Kuala Kurun, Selasa mengatakan pada tahun 2025 ini pihaknya memutuskan untuk fokus mengembangkan tiga jenis ikan unggulan yakni patin, gurami, dan nila.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, DPKP Gumas mengembangkan ikan mas, patin, nila, lele dumbo, gurami, dan papuyu. Tahun ini untuk sementara kami fokus pada pengembangan patin, gurami, dan nila,” kata Eigh Manto.
Keputusan untuk fokus pada tiga jenis ikan ini didasarkan pada beberapa faktor, antara lain keterbatasan personel dan anggaran untuk pakan. Hal itu membuat DPKP Gumas memutuskan untuk memprioritaskan pengembangan beberapa jenis ikan yang paling potensial.
Berdasarkan data penjualan benih ikan di dua Balai Benih Ikan (BBI) yang ada di wilayah setempat, yakni BBI Kuala Kurun Kecamatan Kurun dan BBI Tewah Kecamatan Tewah, benih patin, benih gurami, dan benih nila merupakan komoditas yang paling banyak terjual sepanjang 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dari pada mempertahankan semua komoditas namun hasilnya kurang maksimal, maka DPKP Gumas memilih fokus mengembangkan tiga komoditas yang diyakini bisa menjadi andalan untuk mengejar pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.
Lebih lanjut, DPKP Gumas memiliki target PAD sebesar Rp140 juta pada tahun 2025 ini, dan sejauh ini penjualan benih ikan telah terealisasi sekitar Rp16,8 juta. Dinas tersebut akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target PAD.
Pada tahun 2024 DPKP Gumas memiliki target PAD sebesar Rp134 juta dan target tersebut dapat tercapai. Pada tahun 2025 target PAD untuk dinas ini naik menjadi Rp140 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang Januari hingga April 2025, tercatat penjualan benih ikan terealisasi sekitar Rp16,8 juta di mana benih gurami menjadi komoditas yang paling banyak terjual yakni sebanyak 3.175 ekor, disusul nila 1.100 ekor, dan patin 350 ekor.
Bagi masyarakat yang ingin membeli benih ikan, dapat langsung datang ke BBI Kuala Kurun atau BBI Tewah setiap jam kerja. Harga benih ikan yang ditawarkan tergantung jenis dan ukuran, di mana benih patin berkisar antara Rp450 - Rp1.500 per ekor, benih gurami Rp1.000 - Rp3.200 per ekor, dan benih nila Rp350 - Rp800 per ekor.
“Selain penjualan benih, penjualan ikan afkir juga menjadi sumber PAD bagi DPKP Gumas. Harga ikan afkir yang ditawarkan adalah patin Rp26 ribu per kilogram, gurami Rp72 ribu per kilogram, dan nila Rp48 ribu per kilogram,” kata Eigh Manto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!