Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Kekeringan Lahan Pertanian, Pemkab Gumas Siapkan 39 Pompa Air

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 17:06 WIB | Oleh:
Cegah Kekeringan Lahan Pertanian, Pemkab Gumas Siapkan 39 Pompa Air Doc: ANTARA/Rendhik Andika
Ket. Ilustrasi - Kawasan pertanian.

PALANGKA RAYA - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan 39 unit pompa air yang dapat dimanfaatkan petani untuk mencegah kekeringan lahan pertanian di musim kemarau.

"Saat ini Dinas Pertanian memiliki 39 unit pompa air yang siap diturunkan untuk membantu petani dalam menghadapi kemarau," kata Pj Bupati GumasHerson B Aden di Kuala Kurun, Selasa.

Dia pun menegaskan pihaknya melalui dinas terkait siap membantu para petani di wilayah setempat dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Kepala DistanGumas,Aryantoni, menambahkan, selain menyiapkan unit pompa air pihaknya juga menyiapkan program pengairan yang memanfaatkan keberadaan embung.

"Program ini kami lakukan bekerja sama dengan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas," jelasnya.

Dia menerangkan, program pompanisasi digunakan untuk menarik air dari sumber yang berada di sekitar lahan pertanian. Pompa ini dijalankan dengan menggunakan mesin listrik atau diesel untuk menarik air dari aliran sungai ke arah lahan pertanian.

Sedangkan prinsip menggunakan embung adalah menampung air dalam jumlah yang sangat besar pada saat musim hujan, sehingga air hujan tidak akan terbuang sia-sia dan dapat dimanfaatkan saat musim kemarau melanda.

Untuk membantu para petani dalam mengatasi kekeringan, air dari embung dapat dialirkan melalui parit kecil atau melalui pipa menuju lahan pertanian yang sedang dikerjakan oleh para petani.

Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura Nopitrio Eka menambahkan, secara keseluruhan ada 20 embung yang tersebar di 15 desa/kelurahan di delapan kecamatan wilayah Gumas.

Adapun sebarannya masing-masing satu unit embung di Sepang Kota, Tewai Baru dan Pematang Limau di Kecamatan Sepang. Lalu masing-masing satu unit di Tumbang Danau dan Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya.

Dua unit di Tumbang Hakau dan masing-masing satu unit di Pilang Munduk, Tampang Tumbang Anjir dan Kuala Kurun Kecamatan Kurun. Selanjutnya empat unit di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah.

"Lalu satu unit di Tumbang Rahuyan Kecamatan Rungan Hulu, satu unit di Tumbang Sepan Kecamatan Manuhing, dan satu unit di Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya, serta satu unit di Tumbang Bunut dan dua unit di Karya Bakti Kecamatan Rungan," kata Nopitrio Eka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.