Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Banyak yang Tahu! UMKM Penopang Ekonomi RI, Tapi Rentan Ambruk

📅 Senin, 05 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Banyak yang Tahu! UMKM Penopang Ekonomi RI, Tapi Rentan Ambruk Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pelaku UMKM.

TRENGGALEK – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional yang layak mendapat kemudahan serta perlindungan.

Dengan begitu, UMKM bisa terus tumbuh dan berkembang di tengah membanjirnya aneka produk impor ke Indonesia.

Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini mengatakan tantangan UMKM sangat besar, tapi kontribusinya luar biasa. Selama ini, lanjutnya, UMKM menyumbang 65,9 persen terhadap PDB nasional.

“Karena itu, penting bagi kami memperjuangkan perlindungan usaha mikro," kata Novita usai mengikuti pembukaan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang digelar Kementerian Perindustrian di GOR Gajah Putih, Trenggalek, Jawa Timur, Senin (5/5).

Ia bersyukur Trenggalek menjadi daerah kedua setelah Pontianak yang menggelar festival tersebut. Dalam gelaran itu, sebanyak 1.200 pelaku UMKM di Trenggalek mengikuti festival itu dan langsung mendapat berbagai kemudahan pelayanan untuk mengurus kepentingan usaha mereka.

Novita menambahkan, tahun lalu pihaknya juga menggelar kegiatan serupa bertajuk Halallin 2024 dengan melibatkan 1.000 pelaku UMKM. Kini, ekosistemnya diperkuat dengan fokus pada perlindungan usaha.

Ia menyoroti banyaknya pelaku usaha mikro baru akibat PHK dari industri besar yang terdampak krisis geopolitik global. Menurutnya, data UMKM nasional yang stagnan di angka 65 juta sejak 2021 perlu diperbarui agar program bantuan lebih tepat sasaran.

"Sinkronisasi data pusat dan daerah sangat penting. Saya yakin jumlah UMKM terus bertambah dan akan makin besar kontribusinya bagi PDB kita," katanya.

Novita juga menyoroti ancaman membanjirnya produk asing, terutama dari China, yang dijual murah di pasar dalam negeri. Hal ini membuat produk UMKM sulit bersaing dari segi harga.

"Solusinya bukan hanya membatasi impor, tapi juga menyiapkan UMKM agar punya daya saing. Produk dalam negeri harus bersertifikasi dengan standar yang baik, meski biaya sertifikasi itu berat bagi pelaku usaha kecil," ucapnya.

Ia berharap dukungan semua pihak untuk menciptakan regulasi yang bisa melindungi produk lokal dan membantu UMKM berkembang, baik di pasar domestik maupun ekspor.

"Festival ini bentuk nyata perlindungan dan kemudahan bagi UMKM. Harapannya, produk kita bisa bersaing di dalam maupun luar negeri," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Nasional
Pemerintah Perketat Langkah...
Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Olahraga
Xavi Hernandez Resmi Jadi P...
Nasional
KPK Segera Dalami Dugaan Ko...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.