Gubernur DKI Jakarta Resmikan TAS Arutala untuk Anak Prasejahtera di Tanjung Priok
📅 Senin, 05 Mei 2025, 14:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) Arutala yang berlokasi di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (5/5). Fasilitas ini merupakan bagian dari program quick wins yang menjadi prioritas dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta guna menghadirkan ruang pengasuhan anak yang aman dan bermutu.
TAS Arutala dirancang untuk memberikan ruang belajar dan bermain yang ramah anak serta mendukung tumbuh kembang optimal. Anak-anak yang mengikuti program ini akan menerima stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap usia mereka, asupan gizi yang seimbang, serta pembinaan karakter sejak dini.
Nama "Arutala" berasal dari bahasa Sanskerta dan mengandung arti cita-cita tinggi serta mulia. Pemilihan nama tersebut merepresentasikan harapan besar agar dari ruang ini lahir generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif dan kemajuan bagi masyarakat.
“Saya sangat gembira bahwa hari ini ada 25 anak, dan ini betul-betul anak prasejahtera, anak tidak mampu yang ada di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mereka sepenuhnya ditanggung dalam keseharian, baik makan maupun minum, selama mereka belajar di Taman Anak Sejahtera ini,” ungkap Gubernur Pramono didampingi Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari.
TAS Arutala menjadi unit ketiga dari program TAS yang telah beroperasi di wilayah DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan akan menghadirkan fasilitas serupa di seluruh kecamatan sebagai upaya pemerataan akses layanan pengasuhan anak khususnya untuk keluarga prasejahtera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pengembangannya, Dinas Sosial tengah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap aset-aset milik Pemprov DKI Jakarta yang dapat dialihfungsikan menjadi fasilitas daycare. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan layanan TAS ke seluruh penjuru ibu kota.
“Sekarang baru ada tiga. Mudah-mudahan dalam waktu dekat menjadi 44, satu di setiap kecamatan. Karena ini akan sangat baik bagi anak-anak yang memang rata-rata berasal dari keluarga yang sangat tidak mampu. Dan tentunya bertahap,” ungkapnya.
Gubernur Pramono juga menyampaikan bahwa keikutsertaan anak-anak prasejahtera dalam program TAS merupakan awal dari upaya pemutusan rantai kemiskinan. Ia berharap anak-anak tersebut dapat melanjutkan pendidikan dengan dukungan dari program-program bantuan Pemprov.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Harapan saya pribadi, anak-anak ini kelak saat di SD dan SMP dan seterusnya, mereka bisa mendapatkan KJP, Kartu Jakarta Pintar. Dan itu betul-betul akan memotong garis ketidakberuntungan yang ada di masyarakat,” tutur Pramono.
Pendanaan pembangunan dan operasional TAS Arutala tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pemprov juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak lain untuk memperkuat program ini melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) serta dukungan dari BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.
Pemerintah berharap melalui sinergi antara sektor publik dan swasta, program TAS dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak di Jakarta. Fasilitas ini juga diharapkan menjadi model pengasuhan yang bisa direplikasi di wilayah lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!