Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gabah “Any Quality” dan Tantangan Menjaga Cadangan Pangan Berkualitas

📅 Senin, 05 Mei 2025, 07:05 WIB | Oleh:

Pemerintah butuh cadangan yang cukup, namun publik menuntut beras yang aman dan layak makan.

Di tengah dua kutub inilah Bulog harus memainkan peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas.

Dalam jangka panjang, dibutuhkan pembenahan menyeluruh mulai dari regulasi hingga infrastruktur pendukung seperti pengering gabah, tempat penyimpanan modern, dan sistem digitalisasi mutu yang bisa diakses semua pelaku.

Namun, proses membangun kesadaran kualitas ini tentu tidak bisa terjadi dalam semalam. Diperlukan waktu, konsistensi, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dinas pertanian, lembaga riset, perguruan tinggi, serta sektor swasta.

Penelitian mengenai varietas unggul yang lebih tahan terhadap kondisi panen yang kurang ideal pun perlu diperbanyak dan disosialisasikan. Kolaborasi ini dapat mendorong terciptanya sistem produksi gabah yang lebih tahan banting, baik dari sisi mutu maupun nilai jual.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu melihat kembali dan mengevaluasi kebijakan satu harga agar ke depan semakin mendatangkan keadilan bagi semua. Sebab jika menyamaratakan kondisi lapangan ibarat menyederhanakan masalah kompleks dengan satu solusi.

Petani yang bekerja keras menghasilkan gabah berkualitas semestinya mendapatkan insentif lebih tinggi daripada mereka yang menjual gabah “apa adanya”.

Skema harga diferensial berbasis kualitas bisa menjadi solusi antara lain melalui penguatan kelembagaan petani dan penataan rantai pasok yang lebih adil dan transparan.

Dengan begitu, kualitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dihargai secara ekonomi.

Tanpa sejumlah langkah itu, keinginan untuk menyeimbangkan kualitas dan kuantitas hanya akan jadi wacana musiman tanpa implementasi nyata di lapangan.

Semoga segera hadir kebijakan yang lebih adil dan adaptif, bukan hanya untuk mengatasi soal gabah “any quality”, tetapi juga untuk memperkuat fondasi tata kelola pangan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.