Gabah “Any Quality” dan Tantangan Menjaga Cadangan Pangan Berkualitas
📅 Senin, 05 Mei 2025, 07:05 WIB | Oleh: Yebdi TrismarTak hanya itu, ketidakterjaminan kualitas gabah juga akan berdampak pada strategi logistik nasional.
Beras yang tidak memenuhi standar akan memperlambat rotasi stok dan menyulitkan prediksi ketahanan pangan di berbagai wilayah.
Edukasi Petani
Di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi krisis pangan global, fleksibilitas dalam kualitas bisa menjadi batu sandungan besar bagi sistem distribusi pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melihat realitas ini, langkah Bulog untuk mulai lebih selektif dalam menyerap gabah patut diapresiasi, meski baru dilakukan setelah ratusan ribu ton gabah “apa adanya” sudah telanjur masuk gudang.
Selektivitas ini tidak hanya soal memilih mana gabah yang layak, tapi juga tentang membangun ekosistem produksi yang lebih berkualitas dari hulu.
Kesadaran ini pun mulai menumbuhkan semangat baru yakni edukasi untuk petani. Panen jangan dilakukan terburu-buru.
Petani perlu menunggu waktu yang tepat agar gabah yang dihasilkan matang sempurna dan tidak berwarna hijau.
Edukasi ini bukan tanggung jawab petani sendiri, melainkan bagian dari tugas besar penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pengetahuan di desa.
Mereka harus mampu mentransformasi ilmu pertanian modern, termasuk pascapanen, menjadi praktik harian yang dipahami dan diterapkan oleh petani.
Maka ke depan, fungsi penyuluhan pertanian harus diperkuat dalam menghadapi tantangan struktural. Keterbatasan jumlah tenaga penyuluh aktif, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta minimnya dukungan teknologi tidak boleh lagi menjadi kendala.
Sebab di sinilah letak investasi paling strategis bagi ketahanan pangan masa depan yakni pada sumber daya manusia petani itu sendiri.
Ketegangan antara keharusan menyerap gabah sebanyak-banyaknya demi stok nasional dan keinginan untuk menjaga kualitas agar tetap layak konsumsi adalah paradoks kebijakan pangan yang perlu disikapi bijak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!