Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batik dan Perempuan, Pilar Ekonomi Kreatif yang Terus Berdaya

📅 Senin, 05 Mei 2025, 13:33 WIB | Oleh:
Batik dan Perempuan, Pilar Ekonomi Kreatif yang Terus Berdaya Doc: ANTARA/yds
Ket. Memberdayakan perempuan di dunia batik berarti mendorong pendidikan dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

OSAKA, JEPANG - Generasi kelima pemilik Batik Liem Ping Wie, Marcelina, menyoroti peran sentral perempuan dalam industri batik, terutama dalam memajukan kemandirian ekonomi. Hal ini disampaikannya dalam forum bisnis di Paviliun Indonesia World Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang hari ini.

Marcelina mengungkapkan, batik bukan hanya sekadar warisan budaya bagi keluarganya, melainkan juga telah menjadi jalan penghidupan bagi banyak perempuan, khususnya di sentra-sentra batik seperti Pekalongan.

"Memberdayakan perempuan di dunia batik berarti mendorong pendidikan dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan," tegasnya.

Dalam forum bertajuk "Rumah Batik Liem Ping Wie: A Tapestry of Tradition and Tomorrow" tersebut, Marcelina berbagi inspirasi tentang perjalanan batik sebagai warisan budaya yang terus relevan dan memiliki potensi bisnis di masa depan. Batik Liem Ping Wie sendiri dikenal dengan kualitas dan keunikan motifnya yang memadukan tradisi dan sentuhan modern.

Marcelina juga menceritakan pengalamannya tumbuh besar dalam keluarga pembatik, mewarisi kecintaan dan pengetahuan tentang batik dari sang kakek, Lim Ping Hui. Baginya, batik bukan hanya kain, tetapi juga identitas dan sejarah yang hidup. Forum ini diharapkan dapat memperkuat posisi batik sebagai simbol budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.

Dr. Irma Wulandari, seorang pengamat ekonomi kreatif, menyatakan bahwa industri batik telah menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak komunitas perempuan.

"Perempuan memiliki peran yang sangat signifikan dalam setiap rantai nilai industri batik, mulai dari proses produksi, pewarnaan, hingga pemasaran. Keahlian dan ketelitian perempuan menjadi kunci kualitas dan keunikan batik Indonesia," jelasnya.

Di lain pihak, Dra. Heni Susilowati, seorang aktivis pemberdayaan perempuan, menambahkan bahwa industri batik memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mandiri secara finansial dan meningkatkan status sosial mereka.

"Dengan bekerja di sektor batik atau bahkan memiliki usaha batik sendiri, perempuan dapat berkontribusi pada perekonomian keluarga dan komunitas. Ini juga melestarikan warisan budaya sekaligus memberdayakan perempuan," katanya.

Kisah Batik Liem Ping Wie menjadi contoh bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan, memberdayakan perempuan, dan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia. Peran perempuan dalam industri batik bukan hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi diri mereka dan komunitasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.