Tak Terduga! Indonesia Harus Puas di Posisi Terbawah Final Panjat Tebing
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 21:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Nusa Dua, Bali - Atlet Indonesia Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang finis urutan terakhir dari delapan finalis pada babak final disiplin lead putra Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Nusa Dua, Bali, Minggu (4/5) malam.
Atlet berusia 21 tahun itu mendapat giliran kedua dan mulai menapaki tebing dengan tenang.
Mengenakan jersi putih dengan nomor punggung 50, Rizky harus berjuang keras menaklukkan rute sulit di tengah riuh dukungan ratusan penonton yang menyaksikan partai final tersebut.
Meski begitu, ia terpaksa berhenti saat waktu tersisa 02.18 menit dari alokasi waktu enam menit dengan total skor 12.
Rizky terhenti pada rute kurang dari setengah ukuran papan panjat tebing yang mencapai tinggi sekitar 15 meter itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang masuk final disiplin lead putra dari enam orang atlet.
Sementara itu, atlet Jepang Satone Yoshida berhasil merebut emas dengan mengantongi skor 42.
Ia nyaris mencapai papan puncak, sebelum akhirnya tangan dan pijakan kakinya lepas sehingga terhenti saat tersisa 52 detik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan medali perak direbut oleh atlet asal Prancis Max Bertone dengan mengantongi selisih skor tipis dari Yoshida yakni 41.
Mendapatkan kesempatan pertama memanjat tebing, penampilan Max cukup meyakinkan. Bahkan, ia sempat melambaikan tangan kepada para penonton yang disambut tepuk riuh.
Atlet berusia 18 tahun itu nyaris mencapai puncak, namun harus terhenti saat waktu tersisa 01.08 menit setelah tak mampu mempertahankan posisinya.
Sedangkan medali perunggu diraih atlet asal Spanyol Alberto Gines Lopez yang terhenti saat tersisa 01.20 menit dengan capaian skor 39.
Dengan hasil tersebut, Indonesia mendapatkan total dua medali perunggu yang disumbangkan atlet panjat tebing disiplin speed putra dan putri yakni Kiromal Katibin dan Kadek Adi Asih pada final, Sabtu (3/5).
Sedangkan dari sektor lead putra dan putri Indonesia tidak menghasilkan medali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!