Polisi Prancis Selidiki Serentetan Penculikan Jutawan Kripto
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 18:46 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
PARIS - Polisi Prancis baru-baru ini sedang menyelidiki serangkaian penculikan investor yang terkait dengan mata uang kripto setelah seorang pria berusia 60 tahun dipotong jarinya oleh penyerang yang menuntut putranya yang seorang jutawan kripto membayar tebusan.
Dari The Guardian, dalam penculikan terbaru sejumlah tokoh mata uang kripto di Prancis dan Eropa Barat , pria yang memiliki perusahaan pemasaran mata uang kripto bersama putranya dibebaskan dari sebuah rumah di selatan Paris pada Sabtu malam. Ia telah ditahan selama lebih dari dua hari.
Salah satu jari pria itu telah terpotong dan para penyelidik khawatir mutilasi lebih lanjut dapat terjadi jika dia tidak diselamatkan.
Pria itu, yang identitasnya tidak diketahui publik, diculik di siang bolong pukul 10.30 pagi pada Kamis pagi saat ia berjalan di jalan di distrik ke-14 Paris. Empat pria bertopeng ski memaksanya masuk ke dalam mobil van pengiriman.
Ia dibebaskan oleh polisi bersenjata dalam penggerebekan pada pukul 9 malam pada Sabtu dari sebuah rumah 20 km (12 mil) selatan Paris, di daerah Essonne. Lima tersangka berusia 20-an ditangkap di rumah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jaksa penuntut negara mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Korban tampaknya adalah ayah dari seorang pria yang memperoleh kekayaannya dari mata uang kripto, dengan kejahatan yang melibatkan permintaan tebusan.”
Istri korban mengatakan kepada penyelidik bahwa suami dan putranya yang kaya, yang keduanya memiliki perusahaan pemasaran kripto di Malta, pernah menerima ancaman di masa lalu, kata sumber polisi.
Le Parisien melaporkan bahwa para penyerang menuntut uang tebusan sebesar 5-7 juta euro, yang tidak dibayar. Kelima tersangka penculikan, yang berusia antara 20 dan 27 tahun, masih diperiksa oleh polisi pada hari Minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penculikan ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian penculikan tokoh mata uang kripto di Prancis dan negara tetangga.
David Balland, salah satu pendiri perusahaan kripto Ledger, yang bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS, diculik bersama rekannya pada 21 Januari di rumah mereka di Méreau, dekat Bourges di Prancis tengah. Jarinya juga dipotong.
Para penyerang tiba di rumah Balland dini hari, membawa dia dan rekannya, lalu memisahkan mereka. Balland dibawa ke sebuah rumah di kota Châteauroux, tempat salah satu jarinya dipotong.
Polisi dihubungi oleh mitra bisnis Balland yang menerima video jari tersebut beserta permintaan tebusan besar dalam bentuk mata uang kripto, sekitar 10 juta euro. Balland dibebaskan dalam penggerebekan polisi tak lama setelah itu. Rekannya ditemukan terikat di bagasi mobil di tempat parkir mobil di daerah Essonne, selatan Paris, keesokan harinya.
Sembilan tersangka sedang menjalani penyelidikan kriminal dalam kasus tersebut, termasuk tersangka dalang, 26 tahun, yang memiliki catatan polisi untuk penculikan sebelumnya.
Pada bulan Desember 2024, ayah dari seorang influencer mata uang kripto Prancis yang berusia 56 tahun yang tinggal di Dubai, menjadi sasaran dugaan penculikan di Prancis timur, demikian dilaporkan media lokal. Para penyerang mendatangi rumah pria itu, mengikat istri dan putrinya, lalu memaksanya masuk ke dalam mobil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!