Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sleman Lakukan Penanganan Kedaruratan Ambrukya Atap SD Kledokan

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 18:02 WIB | Oleh:
BPBD Sleman Lakukan Penanganan Kedaruratan Ambrukya Atap SD Kledokan Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Sleman
Ket. Kondisi ruang kelas SD Negeri Kledokan, Catur Tunggal yang ambruk pada Minggu (4/5).

SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama pihak sekolah dan dibantu relawan melakukan penanganan kedaruratan kejadian ambruknya atap salah satu kelas di SD Negeri Kledokan, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Minggu (4/5).

"Ambruknya atap salah satu ruang kelas SD Negeri Kledokan terjadi Minggu dini hari sekitar pukul 00.22 WIB, dugaan sementara karena kondisi kayu atap sudah lapuk dan dipicu oleh hujan deras," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Makwan.

Menurut dia, sebelumnya memang tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan karena kondisi atap kelas terlihat masih cukup kokoh dan pada Sabtu (3/5) masih digunakan untuk aktivitas sekolah.

"Terlebih kondisi atap bangunan pada pagi harinya (Sabtu 3/5) masih kokoh, bahkan ketika terguyur hujan sedari sore hari," katanya.

Ia mengatakan, dugaan awal penyebab ambruknya atap akibat hujan deras dan ditambah dengan kondisi beberapa kayu atap sudah lapuk.

"Ada beberapa kayu yang keropos karena dimakan rayap," katanya.

Makwan mengatakan, akibat kejadian tersebut reruntuhan atap yang jatuh di ruang kelas aktif mengakibatkan puing-puing menimpa meja dan kursi para siswa sehingga beberapa fasilitas perlengkapan sekolah rusak.

"Ruang satu kelas ukuran 8 meter kali 7 meter, bangunan juga sudah berumur karena pembangunan atap sekolah pada 2008," katanya.

Ia mengatakan, pihak sekolah bersama tim BPBD Sleman, relawan dan sejumlah orangtua siswa kemudian melakukan gotong royong membersihkan reruntuhan.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Sleman untuk melaporkan tingkat kerusakan dan kelayakan jangka panjang bangunan sekolah," katanya.

Ia mengatakan, dari pantauan yang dilakukan ada sejumlah temuan, seperti kondisi kayu atap ruang kelas sebelah yang juga lapuk dan keropos dimakan rayap.

"Hal ini dikhawatirkan dapat terjadi peristiwa serupa jika tak terantisipasi. Imbauan kami untuk sementara jika terjadi hujan ruang kelas dikosongkan," katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mengatakan bahwa setelah kejadian ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri Kledokan tetap berlanjut.

"KBM tetap berlangsung dengan skema kelas daring khusus untuk kelas 1 dan kelas 2, sedangkan siswa kelas 3 hingga kelas 6 tetap KBM tatap muka," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.